Penatausahaan Aset Tetap Belum Memadai
LPKAPNEWS.COM,
TANAH DATAR — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Barat
menemukan sejumlah kelemahan signifikan dalam pengelolaan dan penatausahaan
aset tetap Pemerintah Kabupaten Tanah Datar per 31 Desember 2025. Nilai aset
tetap tercatat Rp918.342.895.752,00, naik dari tahun sebelumnya — namun
pemeriksaan mengungkap pencatatan tidak lengkap, ketidaksesuaian data, hingga
aset rusak berat akibat bencana yang masih tercatat dalam kondisi baik, Sabtu 3
Oktober 2026.
A. Gambaran
Aset Tetap
|
No |
Jenis Aset Tetap |
31 Des 2025 (Rp) |
31 Des 2024 (Rp) |
Kenaikan (Rp) |
|
1 |
Tanah |
299.203.251.230,65 |
298.298.004.730,65 |
905.246.500,00 |
|
2 |
Peralatan
dan Mesin |
571.247.839.880,01 |
505.485.657.075,89 |
64.680.214.530,12 |
|
3 |
Gedung dan
Bangunan |
856.544.644.620,63 |
826.642.260.767,53 |
29.902.383.853,10 |
|
4 |
Jalan,
Irigasi & Jaringan |
1.674.892.514.430,04 |
1.666.483.654.883,40 |
8.425.179.546,64 |
|
5 |
Aset Tetap
Lainnya |
44.095.458.984,68 |
39.180.528.051,68 |
4.914.930.933,00 |
|
6 |
Konstruksi
Dalam Pengerjaan |
28.791.141.488,50 |
15.892.410.425,50 |
12.898.731.063,00 |
|
7 |
Akumulasi
Penyusutan |
(2.556.431.954.882,51) |
(2.448.477.120.713,29) |
(107.654.127.790,22) |
|
JUMLAH |
918.342.895.752,00 |
903.505.395.221,36 |
B.
Pencatatan Daftar BMD Belum Lengkap
Informasi
wajib pada Daftar Barang Milik Daerah (BMD) belum terisi untuk ratusan hingga
ribuan aset:
|
Jenis Aset |
Data Belum Lengkap |
Jumlah Aset |
|
Tanah |
Alamat/lokasi |
19 aset |
|
Tanah |
No & tgl sertifikat, penggunaan |
1.143 aset |
|
Gedung & Bangunan |
Luas bangunan |
1.909 aset |
|
Gedung & Bangunan |
Alamat/lokasi |
1.176 aset |
|
Jalan, Irigasi & Jaringan |
Lokasi |
835 aset |
|
Jalan, Irigasi & Jaringan |
Panjang & lebar konstruksi |
1.883 aset |
C. Jumlah
Ruas Jalan Tidak Sesuai SK Bupati
|
Sumber Data |
Jumlah Ruas Jalan |
|
Daftar BMD — Jalan, Irigasi & Jaringan |
1.398 ruas |
|
SK Bupati No. 100.3.3.2/571/PUPRP-2024 |
545 ruas |
|
Selisih |
+853 ruas |
Penyebab:
Satu ruas jalan tercatat sebagai beberapa aset terpisah di Daftar BMD. Dinas
PUPRP masih melakukan inventarisasi.
D. 33 Aset
RSUD Belum Dicatat ke BMD
Pemeriksaan
fisik di RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar menemukan 33 unit peralatan
dan mesin yang belum tercatat dalam BMD. Aset tersebut merupakan
tambahan/pemberian gratis dari penyedia pengadaan tahun 2025 — pengurus barang
tidak mengetahui nilai perolehannya sehingga belum mencatatnya. Akibatnya,
nilai aset di neraca tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
E.
Kapitalisasi Belum Diikuti Penyesuaian Masa Manfaat
Renovasi/restorasi
yang nilainya melebihi ambang batas persentase telah dikapitalisasi ke nilai
aset induk — namun masa manfaat aset tidak diperbarui sesuai kebijakan
akuntansi:
|
Kelompok Aset |
Jumlah Aset |
Persentase Nilai Renovasi
vs Harga Perolehan |
|
Gedung & Bangunan |
11 aset |
54,26% – 1.285,40% |
|
Jalan, Irigasi & Jaringan |
6 aset |
59,89% – 2.654,45% |
Akibatnya,
beban penyusutan yang tercatat tidak sesuai — aset seharusnya memperpanjang
masa manfaat 2–6 tahun tergantung persentase perbaikan.
F. Aset
Rusak Berat & Hilang Akibat Bencana Masih Tercatat "Baik"
1. Kebakaran
Kantor Dinas Pertanian (27 Juni 2025)
Bangunan
utama rusak total: Rp198.625.000
Peralatan
& mesin rusak: Rp2.175.355.090
Hingga April
2026 belum ada permohonan penghapusan dari Dinas Pertanian ke BPKD.
2. Banjir
Bandang — Tiga Jembatan Hilang
|
No |
Nama Aset |
Nilai (Rp) |
Kondisi di BMD |
|
1 |
Jembatan Jalan Kabupaten Lokal |
20.300.000 |
Baik |
|
2 |
Jembatan Jalan Kabupaten Lokal |
99.419.000 |
Baik |
|
3 |
Jembatan Jalan Kabupaten Lokal |
1.240.155.000 |
Baik |
|
Total |
Rp1.359.874.000 |
BPKD belum
melakukan inventarisasi ulang aset terdampak bencana 2025 secara menyeluruh di
seluruh SKPD.
G. Dampak
& Penyebab
Dampak:
Data aset
tidak andal sebagai dasar pengambilan keputusan;
Nilai
penyusutan tidak akurat;
Kekayaan
daerah tidak tercatat secara lengkap;
Risiko
kehilangan aset tidak terpantau.
Penyebab:
Pengguna
Barang/Kepala SKPD kurang optimal mengawasi pencatatan aset;
Bidang Aset
BPKD belum mengkoordinasikan inventarisasi secara memadai;
Pengurus
Barang tidak tertib melengkapi dokumen administrasi.
H.
Rekomendasi BPK
BPK
merekomendasikan Bupati Tanah Datar memerintahkan:
|
Pihak Tindak Lanjut |
Aksi |
|
Semua Kepala SKPD |
Lengkapi data BMD: lokasi, sertifikat, luas, dimensi
konstruksi |
|
Dinas PUPRP |
Selesaikan penyesuaian pencatatan jalan dengan SK
Bupati; atur nilai rehabilitasi ke aset induk |
|
Direktur RSUD |
Catat 33 aset tambahan dari penyedia ke BMD |
|
BPKD + Semua SKPD |
Inventarisasi aset rusak/hilang akibat bencana,
ajukan penghapusan sesuai ketentuan, sesuaikan pencatatan |
|
Semua SKPD |
Sesuaikan masa manfaat aset yang telah
dikapitalisasi nilainya |
Pemerintah
Kabupaten Tanah Datar telah menyatakan sepakat dan akan menindaklanjuti seluruh
temuan.
Editor
Angcelherman
Sumber
Laporan ini disusun berdasarkan dokumen hasil pemeriksaan BPK Perwakilan
Provinsi Sumatera Barat
