Kekurangan
Volume Pekerjaan dan Denda Keterlambatan Belum Diterima pada Tujuh Paket
Pekerjaan Belanja Modal Gedung dan Bangunan di Tigan SKPD
LPKAPNEWS.COM, JAMBI — Pemeriksaan BPK atas Belanja Modal Gedung dan Bangunan Pemprov
Jambi Tahun Anggaran 2023 menemukan kekurangan volume pekerjaan pada tujuh
paket senilai Rp716.016.583,17 serta denda keterlambatan belum diterima sebesar
Rp224.229.729,75, dengan total belum ditindaklanjuti Rp940.246.312,92. Dua
paket lain telah diselesaikan dengan penyetoran Rp75.163.762,17 ke Kas Daerah,
Senin 26 Oktober 2026.
Gambaran Umum
Anggaran Belanja Modal Gedung & Bangunan:
Rp386.879.919.624
Realisasi: Rp382.204.601.128,94 (98,79%)
Lingkup: Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, RSUD Raden
Mattaher, Badan Penghubung Daerah
Sampel diperiksa: 8 paket pekerjaan → total temuan
Rp1.015.410.075,09
Sudah dipulihkan: Rp75.163.762,17 (2 paket)
Belum dipulihkan: Rp940.246.312,92 (7 paket)
Tujuh Paket Belum Ditindaklanjuti
|
No |
Paket Pekerjaan |
SKPD |
Penyedia |
Nilai Kontrak (Rp) |
Kekurangan Volume (Rp) |
Denda Keterlambatan (Rp) |
|
1 |
Lanjutan Pembangunan Infrastruktur Geopark Merangin |
PUPR |
CV DDK |
994.070.000 |
32.252.648,23 |
— |
|
2 |
Renovasi Rumah Dinas Wakil Gubernur |
PUPR |
CV PRa |
1.174.150.000 |
55.843.201,69 |
— |
|
3 |
Lingkungan & Utilitas Asrama SMKN 2 Bungo |
Pendidikan |
PT CPK |
542.567.865 |
9.081.321,09 |
— |
|
4 |
Pengecoran Halaman & Parit Asrama SMKN 2 Bungo |
Pendidikan |
CV DJy |
781.577.076 |
8.471.400,00 |
— |
|
5 |
Rehab Lab Biologi SMAN 10 Sarolangun |
Pendidikan |
CV RfJ |
181.965.500 |
5.398.505,49 |
— |
|
6 |
Bunker Linac + Brachyterapi RSUD Raden Mattaher |
RSUD |
PT DIL |
16.593.000.000 |
503.436.181,59 |
224.229.729,75 |
|
7 |
Rehab Gedung VIP → Gedung Jantung Terpadu RSUD |
RSUD |
CV SpC |
14.534.713.527 |
101.533.325,08 |
— |
|
— |
TOTAL |
34.802.049.968 |
716.016.583,17 |
224.229.729,75 |
Rincian Pokok Temuan per Paket
Dinas PUPR
Geopark Merangin (CV DDK): Pekerjaan dinyatakan
selesai 100% dan dibayar lunas. Pemeriksaan fisik menunjukkan kekurangan pada
persiapan, hardscape, taman, rehab tangga — Rp32.252.648,23.
Rumah Dinas Wakil Gubernur (CV PRa): Kekurangan pada
pemasangan & plesteran gedung, finishing gedung dan pendopo —
Rp55.843.201,69.
Dinas Pendidikan
Asrama SMKN 2 Bungo (PT CPK & CV DJy): Kekurangan
pada rehab ruang kelas, pos jaga, gerbang, halaman — masing-masing
Rp9.081.321,09 dan Rp8.471.400.
Lab Biologi SMAN 10 Sarolangun (CV RfJ): Kekurangan
pada pasangan, plesteran, lantai, kusen pintu/jendela — Rp5.398.505,49.
RSUD Raden Mattaher
Bunker Linac (PT DIL) — Temuan Terbesar:
Kekurangan volume struktur, arsitektur, sistem
kelistrikan, alarm kebakaran — Rp503.436.181,59
Keterlambatan 15 hari (24 Des 2023 – 7 Jan 2024) →
denda 1/1000/hari = Rp224.229.729,75
Denda telah dihitung PPK namun belum
ditagihkan/disetorkan
Gedung Jantung Terpadu (CV SpC): Kekurangan pada
pembongkaran, plafon, dinding, ruang cathlab, tata udara, proteksi kebakaran,
listrik, lantai, pengecatan — Rp101.533.325,08.
Dasar Ketidaksesuaian
Perpres No. 16/2018 (diubah Perpres No. 12/2021): PPK
wajib mengendalikan kontrak dan memeriksa hasil pekerjaan; pembayaran hanya
untuk pekerjaan yang sudah terpasang, bukan sekadar bahan di lokasi; penyedia
bertanggung jawab atas kualitas, volume, dan ketepatan waktu; keterlambatan
dikenakan denda 1/1000 per hari.
Permendagri No. 77 Tahun 2020: Kepala SKPD wajib
mengawasi anggaran; PPTK wajib memantau dan melaporkan realisasi teknis
kegiatan.
Kontrak masing-masing paket: Pembayaran didasarkan
pengukuran bersama atas realisasi volume yang diterima.
Penyebab
Kepala Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, dan Direktur RSUD
kurang optimal mengawasi pelaksanaan anggaran;
PPK belum teliti memeriksa dan mengukur fisik
pekerjaan secara langsung sebelum menerbitkan BAST dan mengajukan pembayaran;
PPTK tidak akurat melaporkan kemajuan realisasi
kegiatan;
Penyedia jasa tidak melaksanakan pekerjaan sesuai
spesifikasi dan jadwal kontrak;
Denda keterlambatan belum diproses penagihannya ke
penyedia.
Tanggapan
Direktur RSUD, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala
Dinas PUPR menyetujui temuan dan berkomitmen menindaklanjuti;
Gubernur Jambi menyetujui temuan dan akan
menindaklanjuti sesuai rekomendasi.
Rekomendasi BPK
Gubernur Jambi diperintahkan untuk:
Memulihkan kekurangan volume ke Kas Daerah — Rp212.580.401,58:
Dinas PUPR: CV DDK Rp32.252.648,23 + CV PRa
Rp55.843.201,69 = Rp88.095.849,92
Dinas Pendidikan: PT CPK Rp9.081.321,09 + CV DJy
Rp8.471.400 + CV RfJ Rp5.398.505,49 = Rp22.951.226,58
RSUD: CV SpC Rp101.533.325,08
Memproses potensi kelebihan pembayaran —
Rp503.436.181,59 pada PT DIL (Bunker Linac) melalui pemotongan pembayaran
termin atau penagihan kembali;
Menagihkan denda keterlambatan — Rp224.229.729,75 dari
PT DIL dan menyetorkan ke Kas Daerah;
Menginstruksikan seluruh PPK melakukan pemeriksaan
fisik dan pengukuran bersama secara teliti sebelum menerbitkan BAST;
Menginstruksikan PPTK melaporkan realisasi teknis
kegiatan secara akurat dan berkala.
Editor
Angcelherman
