Temuan BPK: Pengelolaan Aset Tetap Pemkab Lingga Belum Tertib — Rp3.57 Miliar Aset
Hilang, Rp6.18 Miliar Rusak Berat Belum Dihapus
LPKAPNEWS.COM, LINGGA
— Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kepulauan Riau mengungkapkan
pengelolaan aset tetap Pemkab Lingga belum tertib secara menyeluruh. Saldo aset
tetap per 31 Desember 2025 mencapai Rp1.824 triliun, namun ditemukan kelemahan
serius mulai dari pemanfaatan, pengamanan fisik & hukum, pencatatan, hingga
kejelasan status pembangunan, Selasa 22 September 2026.
Gambaran Umum
Saldo Aset Tetap
|
No |
Uraian |
Saldo 2025 (Rp) |
Saldo 2024 (Rp) |
Peningkatan |
|
1 |
Tanah |
237.563.397.546 |
234.340.015.732 |
+1,38% |
|
2 |
Peralatan dan
Mesin |
451.682.144.705 |
438.757.761.554 |
+2,95% |
|
3 |
Gedung dan
Bangunan |
923.063.335.998 |
884.972.260.126 |
+4,30% |
|
4 |
Jalan,
Irigasi, Jaringan |
1.820.663.734.107 |
1.754.324.024.549 |
+3,78% |
|
5 |
Aset Tetap
Lainnya |
53.734.372.721 |
51.674.179.415 |
+3,99% |
|
6 |
Konstruksi
dalam Pengerjaan |
88.986.716.145 |
77.816.728.249 |
+14,35% |
|
7 |
Akumulasi
Penyusutan |
(1.751.645.463.549) |
(1.632.582.130.887) |
— |
|
JUMLAH |
Rp1.824.048.237.673 |
Rp1.809.302.838.738 |
+0,81% |
1) Jaringan
Utilitas di Ruang Milik Jalan (Rumija) — Tanpa Pendapatan
Kabel serat
optik PT MTI terpasang di Rumija milik Pemkab Lingga berdasarkan izin PKKPR,
tetapi tidak ada perjanjian kerjasama pemanfaatan dan tidak ada pungutan
retribusi/pendapatan
Pemkab belum
memiliki peraturan yang mengatur pemanfaatan Rumija untuk kegiatan usaha —
potensi pendapatan daerah hilang
2) Sewa Yayasan
KLT — Tidak Pernah Membayar
Aset tanah
& bangunan di Dabo disewakan ke Yayasan KLT selama 5 tahun (2022–2026)
senilai Rp62.000.775/tahun
Belum ada
pembayaran sama sekali — Yayasan mengaku tidak mampu, BPKAD telah mengirim
surat tagihan tanpa tanggapan, perjanjian belum ditinjau ulang
B. Pengamanan
Fisik & Hukum Belum Memadai
|
Temuan |
Rincian |
Nilai/Jumlah |
|
Peralatan & mesin hilang |
144 unit di 6 PD (DPRD, Dishub, DPUTR,
Satpol PP, Kec. Lingga, Puskesmas Daik) |
Rp3.569.845.149 |
|
Tanah belum bersertifikat |
489 bidang dari 915 total; 445 bidang
belum diajukan sama sekali — hanya 6 bersertifikat dari 50 yang diajukan 2025 |
— |
|
Alasan |
Kemampuan keuangan terbatas — target
maksimal 50 bidang/tahun |
— |
C. Pencatatan Tidak Tertib — Data Tidak Akurat
1) Jalan
Berubah Status — Belum Diserahterimakan
5 ruas jalan
nasional & 2 ruas jalan provinsi masih tercatat sebagai aset Pemkab Lingga
meskipun sudah dialihkan ke Pemerintah Pusat & Pemprov Kepri melalui SK
Menteri & SK Gubernur — belum ada proses serah terima maupun penghapusan
pencatatan
2) Data Jalan
Tidak Sesuai SK Status Jalan
SK Bupati
menetapkan 242 ruas jalan kabupaten, tetapi KIB-D mencatat 757 item dengan
penamaan & panjang yang tidak cocok — tidak dapat disesuaikan
3) Pemeliharaan
Rutin Dicatat Sebagai Aset — Rp1,27 Miliar
13 paket
pemeliharaan rutin jalan tahun 2010 dicatat sebagai belanja modal/aset tetap,
padahal pemeliharaan rutin bukan menambah nilai/kapasitas dan seharusnya
dicatat sebagai beban operasional
4) Belum
Dikapitalisasi ke Aset Induk
Peningkatan
jalan, pemeliharaan berkala, rehabilitasi gedung dicatat terpisah dari aset
induknya — 107 unit jalan & 35 unit gedung belum digabungkan ke nilai aset
utama
D. Barang Rusak
Berat Masih Tercatat — Belum Dihapus
|
PD |
Unit |
Nilai (Rp) |
|
DPUTR |
4 |
5.296.156.000 |
|
Dishub |
17 |
352.569.286 |
|
Kec. Lingga |
7 |
247.775.500 |
|
DKPPKB |
6 |
186.593.600 |
|
Sekretariat DPRD |
3 |
86.889.000 |
|
Satpol PP |
2 |
14.896.750 |
|
JUMLAH |
39 |
Rp6.184.880.136 |
Pengurus barang
tidak pernah mengusulkan penghentian penggunaan & penghapusan aset yang
sudah rusak berat.
E. Konstruksi
dalam Pengerjaan (KDP) — Status Tidak Jelas
DPUTR: 215 unit
KDP — Dishub: 9 unit — total Rp17.002.531.500
Berupa dokumen
perencanaan/DED dari tahun 2013–2019, tidak pernah dilanjutkan maupun
dianggarkan kembali — tidak ada evaluasi keberlanjutan
Rekomendasi BPK
|
Pihak Tujuan |
Tindakan |
|
Sekda |
Lakukan pengawasan & pengendalian
menyeluruh atas BMD |
|
BPKAD |
1) Buat aturan pungutan atas pemanfaatan
Rumija 2) Tinjau ulang sewa Yayasan KLT — tagih
atau sesuaikan kemampuan 3) Percepat sertifikasi tanah secara
bertahap |
|
6 PD terkait (DPRD, Dishub, DPUTR,
Satpol PP, Kec. Lingga, DKPPKB) |
1) Telusuri 144 unit aset hilang —
laporkan ke TGR jika tidak ditemukan 2) Usulkan penghapusan 39 unit rusak
berat |
|
DPUTR |
1) Serahkan & hapus catatan jalan
nasional/provinsi 2) Sesuaikan KIB-D dengan SK status
jalan 3) Koreksi pencatatan pemeliharaan rutin 4) Kapitalisasi peningkatan ke aset
induk 5) Evaluasi status 215 unit KDP |
|
Dishub |
Evaluasi & tentukan kelanjutan 9
unit KDP |
Pemkab Lingga
telah menyatakan sependapat dan akan menindaklanjuti melalui rencana aksi.
Editor Angcelherman
Sumber BPK RI Perwkilan Propinsi Kepri
