LPKAPNEWS.COM, PRABUMULIH — Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan menemukan sejumlah ketidaksesuaian
dalam perencanaan maupun pelaksanaan pekerjaan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2025. Temuan mencakup
ketidaktepatan spesifikasi mutu beton, lubang hasil uji inti yang tidak ditutup
tepat waktu, serta kepadatan aspal di bawah rumusan campuran yang telah
disetujui, Sabtu 26 September 2026.
A. Perencanaan Spesifikasi Beton Tidak Sesuai Standar
Dinas PUPR menggunakan Spesifikasi Umum Bina Marga
2018 (Revisi 2) yang mensyaratkan kuat lentur minimal 4,5 MPa atau setara beton
K-350 ke atas untuk perkerasan beton semen jalan kolektor. Sesuai kewenangan,
Dinas PUPR bertanggung jawab atas jalan kolektor kota dengan umur rencana 20
tahun.
Namun, dari 12 paket pekerjaan yang diperiksa,
seluruhnya menggunakan mutu K-175 dengan ketebalan 15 cm — spesifikasi untuk
jalan lokal, bukan jalan kolektor. Nilai total 12 paket tersebut mencapai
Rp4.416.665.000.
|
No |
Nama Pekerjaan |
Nilai Kontrak (Rp) |
Penyedia |
|
1 |
Jalan Lanjutan Dusun 6 Trans 9, Karya Mulya |
269.349.000 |
CV RBL |
|
2 |
Jalan Taman Indah I, Sukajadi |
269.247.000 |
CV LPK |
|
3 |
Jalan Utama Perumahan BSD Talang Sako |
622.458.000 |
CV TG |
|
4 |
Jalan Guhung Abang, Anak Petai |
269.300.000 |
CV CSB |
|
5 |
Jalan Cadin Irama 1 & 2, Anak Petai |
358.231.000 |
CV PJK |
|
6 |
Jalan Pematang Muara Tiga, Anak Petai |
358.000.000 |
PT DN |
|
7 |
Jalan Lanjutan Nibungan, Anak Petai |
800.613.000 |
CV DKB |
|
8 |
Jalan Desa Talang Batu, Kec. RKT |
359.484.000 |
CV PAN |
|
9 |
Rehab Jalan Bukit Patih, Patih Galung |
269.100.000 |
CV AKJ |
|
10 |
Rehab Jalan Menuju Gedung Serba Guna, Payuputat |
627.560.000 |
CV RAP |
|
11 |
Jalan Perumahan Griya Pangkul Sejahtera, Pangkul |
268.519.000 |
CV LB |
|
12 |
Jalan Amwat, Muara Dua |
444.784.000 |
CV BS |
|
TOTAL |
Rp4.416.665.000 |
Kepala Dinas PUPR menyatakan pekerjaan tersebut
merupakan usulan pokok pikiran Anggota DPRD. BPK menegaskan:
Jalan kolektor wajib menggunakan beton minimal K-350;
K-175 hanya untuk jalan lokal — umur layan tidak akan
mencapai 20 tahun;
SNI 8457:2017 mensyaratkan ketebalan perkerasan kaku
15–20 cm untuk jalan kolektor dengan lalu lintas rendah, namun dengan mutu yang
sesuai kelas jalan.
B. Lubang Hasil Uji Inti (Core Drill) Tidak Ditutup
Sesuai Ketentuan
Pada pemeriksaan fisik pekerjaan jalan beraspal AC-WC,
ditemukan lubang hasil pengujian inti berdiameter ±10 cm yang:
Belum ditutup lebih dari 7 hari, bahkan ada yang
melebihi satu tahun anggaran;
Jika sudah ditutup, menggunakan campuran beton — bukan
aspal sesuai spesifikasi.
Sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Divisi
6.3.1.9:
Lubang hasil pengujian harus segera ditutup dengan
bahan beraspal, dipadatkan, dan diperbaiki dalam waktu maksimal 7 hari.
C. Kepadatan Aspal di Bawah Rumusan Campuran (JMF)
yang Disetujui
Dari 10 paket pekerjaan aspal yang diperiksa, 8 paket
menunjukkan kepadatan lapangan di bawah nilai Job Mix Formula (JMF) yang telah
disetujui.
|
No |
Pekerjaan |
Nilai Kontrak (Rp) |
Kepadatan Lapangan vs JMF |
Status |
|
1 |
Jl. Tenggamus |
3.988.255.000 |
100,82% |
Sesuai |
|
2 |
Jl. Anak Petai–Gunung Kemala |
7.873.886.000 |
98,20% |
Di bawah |
|
3 |
Jl. Padat Karya |
12.884.048.000 |
100,00% |
Sesuai |
|
4 |
Jl. Jend. Sudirman (Barat) |
1.774.119.000 |
95,37% |
Di bawah |
|
5 |
Jl. Jend. Sudirman (Timur) |
1.782.672.000 |
95,37% |
Di bawah |
|
6 |
Jl. Karya Mulya |
2.951.567.000 |
94,55% |
Di bawah |
|
7 |
Jl. M. Yamin |
2.488.479.000 |
95,37% |
Di bawah |
|
8 |
Jl. Singkarak |
268.293.000 |
98,07% |
Di bawah |
|
9 |
Jl. Depan Kantor Pemkot |
536.427.000 |
90,83% |
Terendah |
|
10 |
Jl. RT 13, Gunung Ibul |
443.674.000 |
94,34% |
Di bawah |
Kepadatan aspal merupakan faktor penentu masa layan
dan umur ekonomis jalan — nilai di bawah JMF berisiko mempercepat kerusakan
dini.
Ketentuan yang Dilanggar
|
Aturan |
Pokok Ketentuan |
|
Perpres No. 16/2018 (No. 46/2025) Pasal 11 ayat (1)
huruf i |
PPK wajib mengendalikan pelaksanaan kontrak |
|
Perpres No. 16/2018 Pasal 17 ayat (2) |
Penyedia bertanggung jawab atas kualitas, kuantitas,
dan ketepatan pelaksanaan kontrak |
|
Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Divisi 5.3.2.11.c |
Kuat lentur minimal perkerasan beton sesuai kelas
jalan — K-350 untuk jalan kolektor |
|
Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Divisi 6.3.1.9 |
Lubang hasil uji inti wajib ditutup dengan bahan
beraspal dalam ≤7 hari |
|
Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Divisi 6.3.3.5 |
Pelaksanaan wajib mengikuti JMF yang telah disetujui
— tidak boleh lebih rendah |
|
Perwako No. 42/2016 Pasal 61 |
Kepala Bidang Bina Marga wajib merencanakan,
mengawasi, dan mengendalikan pembangunan sesuai standar |
Dampak, Penyebab & Rekomendasi
Dampak
Masa layan jalan tidak tercapai: Beton K-175 tidak
dirancang untuk beban dan umur rencana jalan kolektor 20 tahun → kerusakan dini
dan biaya perbaikan berulang;
Kualitas aspal di bawah standar: Kepadatan rendah
memperpendek umur jalan secara signifikan;
Risiko keselamatan & kerusakan: Lubang tidak
tertutup tepat waktu dapat menyebabkan kecelakaan;
Ketidakkonsistenan perencanaan: Penetapan spesifikasi
dipengaruhi usulan pihak lain tanpa mempertimbangkan kelas jalan dan standar
teknis.
Penyebab
Kepala Dinas PUPR belum mengawasi dan mengendalikan
pelaksanaan pekerjaan secara memadai;
PPK, PPTK, dan Pengawas Lapangan tidak menegakkan
spesifikasi teknis saat pelaksanaan;
Tidak ada peninjauan kesesuaian antara fungsi jalan
(kolektor/lokal) dengan mutu material yang dipakai;
Pengawasan kualitas lapangan tidak dilakukan secara
ketat terhadap kepadatan aspal maupun perbaikan lubang uji.
Rekomendasi BPK
Wali Kota Prabumulih telah menyetujui temuan. Kepada
Kepala Dinas PUPR diarahkan:
Menyusun perencanaan teknis sesuai kelas jalan — jalan
kolektor wajib menggunakan mutu beton minimal K-350;
Menegakkan kepatuhan JMF pada seluruh pekerjaan aspal
— kepadatan lapangan tidak boleh di bawah rumusan yang disetujui;
Menutup seluruh lubang hasil uji sesuai prosedur dan
batas waktu 7 hari dengan bahan beraspal;
Mengawasi secara ketat PPK, PPTK, dan Pengawas
Lapangan agar memeriksa setiap tahapan pelaksanaan sebelum persetujuan
pembayaran;
Meninjau kembali standar mutu pekerjaan yang
dipengaruhi usulan eksternal agar tetap sesuai ketentuan teknis yang berlaku.
Editor
Angcelherman
Laporan ini disusun
berdasarkan dokumen hasil pemeriksaan BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan
