Sumber foto website kantor bank tuah karimun

LPKAPNEWS.COM, KARIMUN — Pemerintah Kabupaten Karimun menambah penyertaan modal pada lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga mencapai Rp38,02 miliar per akhir 2025, naik 16,78 persen atau bertambah Rp5,46 miliar dibanding tahun sebelumnya. Penguatan permodalan ini didistribusikan ke perbankan, pelabuhan, air bersih, dan pengembangan ekonomi daerah.

Lima Badan Usaha Penopang Ekonomi Daerah

Kelima badan usaha yang menerima penyertaan modal adalah:

Nama Badan Usaha

Kepemilikan

Saldo Akhir 2025

Pertumbuhan

PT. Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda)

0,60%

Rp7,19 miliar

Tetap

Perumda BPR Tuah Karimun

100%

Rp7,59 miliar

+94,60%

Perumda Bumi Berazam Jaya

100%

Rp9,28 miliar

+3,04%

PT. Pelabuhan Karimun (Perseroda)

100%

Rp6,99 miliar

+24,36%

Perumda Tirta Mulia Karimun

100%

Rp6,98 miliar

+1,91%

BPR Tuah Karimun Dan Pelabuhan Karimun Jadi Bintang Utama

Pertumbuhan paling pesat dicatat oleh Perumda BPR Tuah Karimun, yang ekuitasnya hampir dua kali lipat menjadi Rp7,59 miliar. Kenaikan ini didorong penambahan penyertaan modal Rp2,5 miliar dan penyesuaian kinerja keuangan. Bank milik penuh daerah ini berfokus pada pembiayaan UMKM, perluasan akses keuangan masyarakat, serta pengelolaan kas desa dan penyaluran dana desa. Meski demikian, BPR Tuah Karimun masih mencatat saldo laba negatif sebesar Rp156 juta, sehingga belum sepenuhnya mandiri dari penyuntikan modal.

PT. Pelabuhan Karimun (Perseroda) juga mencatat kinerja sangat sehat, dengan ekuitas naik 24,36 persen menjadi Rp6,99 miliar. Dari modal disetor Rp500 juta, perusahaan ini mengantongi laba ditahan sebesar Rp6,49 miliar — menandakan pengelolaan yang efisien dan produktif. Modal dasar perusahaan ditetapkan Rp135 miliar, yang akan dipenuhi secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Bank Riau Kepri Syariah Konstan Hasilkan Dividen

PT. Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) tidak menerima tambahan penyertaan modal tahun ini, namun tetap menjadi sumber pendapatan daerah yang andal. Dari kepemilikan hanya 0,60 persen, Kabupaten Karimun menerima dividen tahun buku 2024 sebesar Rp1,36 miliar yang masuk ke kas daerah pada 2025. Dividen tahun buku 2025 akan dibukukan tahun depan setelah Rapat Umum Pemegang Saham.

Tirta Mulia Tumbuh Lambat, Bumi Berazam Belum Diaudit

Perumda Tirta Mulia Karimun, penyedia layanan air bersih, tumbuh terbatas 1,91 persen menjadi Rp6,98 miliar. Pelayanan mencakup Tanjung Balai Karimun, Kundur, dan Moro — laju pertumbuhan yang relatif lambat menandakan kebutuhan investasi berkelanjutan untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanan air bersih masyarakat.

Sementara itu, Perumda Bumi Berazam Jaya mencatat pertumbuhan 3,04 persen menjadi Rp9,28 miliar, namun menjadi satu-satunya badan usaha yang laporan keuangannya belum diaudit oleh akuntan publik per batas waktu pemeriksaan. Angka yang disajikan masih bersifat sementara, sehingga verifikasi independen menjadi prioritas segera.

Kesimpulan: Penguatan Modal Harus Dikuatkan Tata Kelola

Secara keseluruhan, Kabupaten Karimun menunjukkan komitmen nyata memperkuat struktur permodalan BUMD. Kinerja PT Pelabuhan Karimun dan BPR Tuah Karimun membuktikan penyertaan modal dapat menghasilkan pertumbuhan yang signifikan. Namun, ke depan perlu dipastikan:

Laporan keuangan Perumda Bumi Berazam Jaya segera diaudit dan dipublikasikan

BPR Tuah Karimun mencapai kemandirian laba tanpa bergantung terus pada tambahan modal

Tirta Mulia mendapatkan investasi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat

Setiap rupiah tambahan modal menghasilkan pengembalian nyata bagi Pendapatan Asli Daerah

Editor Angcelherman

Sumber Audit BPK RI Perwakilan Propinsi Kepri