Pelayanan Petugas Samsat Keliling Dinilai Buruk, Masyarakat Desak Kapolda Kepri Evaluasi Petugas di Lapangan

LPKAPNEWS.COM, BATAM - Samsat Keliling yang tersebar disejumlah titik di Kepri merupakan terobosan Polri dan pemerintah untuk memberikan pelayanan masyarakat dalam upaya memaksimalkan potensi pendapatan negara melalui pajak kendaraan dengan memberikan fasilitas pelayanan untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak.

Di tengah defisit pendapatan negara  per-februari 2026 sejumlah 135 triliun, sudah semestinya pemerintah dan institusi negara memaksimalkan pendapatan negara termasuk di sektor pajak dengan meningkatkan pelayanan prima untuk masyarakat khususnya pajak kendaaraan.

Dalam Jargon Polantas Kepri, melalui Dirlantas Polda Kepri mengusung gagasan utama “Polantas Menyapa, Hadir Melayani Masyarakat”.

Namun ironisnya, di tengah reformasi institusi Polri untuk memperbaiki citra dan kinerja Polri, institusi Polri kembali tercoreng atas tindakan oknum petugas Samsat keliling yang bertindak arogan dan tidak humanis dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat yang hendak membayarkan pajak kendaraan.

Samsat Keliling itu berlokasi di depan Vihara Duta Maitreya Batam Centre yang dianggap titik strategis masyarakat sekitar dalam mengurus pajak kendaraan.

Muhidin, warga yang hendak mengurus pajak dan BPKB kendaraan yang berada dilokasi kejadian, menyayangkan sikap oknum anggota Polda Kepri yang bertugas, menurutnya personil yang bertugas sangat tidak humanis dalam memberikan pelayanan publik.

“Sangat memperihatinkan, padahal kita mau membayar pajak kendaraan sebagai bentuk kontribusi kita ke negara, namun petugas di sana bersikap bengis dan tidak sopan,” ujarnya di lokasi. 

Saat ditanya poin kepuasan pelayanan publik Samsat Keliling di sana, dari angka 1-10, ia memberikan penilaian diangka 2.

“Dari segi pelayanan dan komunikasi petugas di lapangan dinilai sangat buruk, yaitu hanya 2,” ungkapnya.

Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Dedy Wahyudi Hasibuan, turut memprotes langsung sikap oknum petugas Samsat keliling tersebut saat di lapangan, menurutnya oknum Samsat keliling yang bertugas tersebut harus segera dievaluasi dan diberikan tindakan tegas.

“Kapolda Kepri sudah sangat persuasif dan responsif terhadap masyarakat, namun oknum anggota Polda Kepri yang menyebutkan namanya yakni Joy, telah menampar wajah Kapolda Kepri saat ini, Kapolda harus mengambil tindakan tegas,” pungkas Dedy.

Tambah Dedy, ia mengungkapkan bahwa Polri tidak boleh bersikap arogan saat melayani masyarakat. Menurutnya, rakyat berkontribusi penting dalam membangun negara dan turut menggaji anggota Polri melalui pajak.

“Joy, oknum anggota Satlantas Polda Kepri lupa diri, bahwa sumber penghasilannya melalui pajak masyarakat, harusnya seimbang pelayanan yang diterima oleh masyarakat, bukan menggunakan bahasa yang merendahkan masyarakat,” tutupnya.

Sumber, Mardy