Nelayan lokal Lingga berjuang mengangkat potensi kepiting bakau (ketam bangkang) Udang Apollo,Ikan Bawal ke pasar luar daerah. 

LPKAPNEWS.COM, LINGGA/DAIK - Nelayan loker di kabupaten Lingga Kepulauan Riau berjuang ngangkat potensi kepiting bakau (ketam bangkang), Udang Apollo, Ikan Bawal ke pasar luar daerah dengan dukungan pelaku komoditi ekspor yang mau mengangkat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat. 

Kepiting bakau (Ketam bangkang) dari dahulu sudah di kenal oleh negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia  dengan hadirnya pelaku usaha komoditi ekspor tersebut segala tantangan dan hambatan yang dihadapi dapat terurai sehingga dapat satu langkah peningkatan kualitas produk, pemasaran yang efektif dan lebih baik. 

Untuk mengatasi hal ini nelayan lokal dan pelaku usaha berkolaborasi meningkatkan produksi memanfaatkan pemasaran digital dan mengembangkan infrastruktur mereka berupaya meningkatkan kesadaran konsumen tentang produk lokal asli Bunda Tanah Melayu, jelas Syahril Nelayan Lingga Timur. 

Lebih lanjut ia juga berharap pemerintah kabupaten yang terus mendukung pengembangan sektor perikanan yang termasuk kepiting bakau untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan ekonomi untuk lokal. 

Sementara nelayan lokal sungai keranjin berharap kerjasama dengan pelaku bisnis komoditi ekspor khususnya kepiting bakau (ketam bangkang) udang Apollo dan ikan bawal ini merupakan harapan terbesar yakni ada uluran tangan pihak ketiga. 


Nelayan lokal kerandin Kecamatan Lingga Utara kabupaten Lingga provinsi Kepulauan Riau melakukan rapat koordinasi kecil-kecilan untuk meningkatkan ekonomi wong cilik masyarakat tempat dengan membicarakan potensi lokal seperti udang Apollo ketam dan bawal dan sebagainya mereka didampingi oleh beberapa media dan tokoh pemuda dan masyarakat untuk melakukan reformasi peningkatan kualitas hidup sesuai dengan program Prabowo Subianto presiden RI yang bertujuan memperkuat jangkar ekonomi nelayan desa. Potensi lokal yang dimanfaatkan udang Apollo memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan permintaan pasar yang kuat ketambangkan ke alias kepiting bakau memiliki kualitas ekspor dan harga jual yang lebih baik ikan bawal memiliki nilai ekonomi tinggi permintaan pasar yang banyak untuk itu upaya peningkatan ekonomi meminta agar pemerintah pusat mau melakukan pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengolah dan memasar hasil laut pemasaran digital memanfaatkan media sosial platform e-commerce untuk meningkatkan akses pasar kerjasama dengan pelaku usaha meningkatkan akses pasar dengan harga jual yang lebih baik dengan dukungan Asta Cita presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto nelayan lokal tranding berharap mendapat meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup mereka untuk masa depan anak-anak mereka. 

Dengan upaya kolaborasi pengolahan hasil laut nelayan lokal dan pemuda bekerja sama untuk mengolah hasil laut menjadi produksi yang lebih memiliki nilai tambah memanfaatkan jaringan pemasaran yang bersama untuk meningkatkan akses pasar latihan dan pembinaan nelayan dan pemuda berbagi pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan nah dengan semangat kolaborasi ini hingga mendapatkan peningkatan pendapatan meningkatkan ekonomi daerah membangun masyarakat yang lebih baik mandiri dan sejahtera tegas pemuda yang cinta potensi bunda tanah melayu sapaan seharinya bang Ucok asli Melayu Daik.

Sumber, Mardy