Namun mereka yang menolak ustadz dan tokoh yang berbeda
dengan mereka, Mereka juga yang menolak pembangunan Masjid Mereka juga lah yang membakar masjid"LPKAPNEWS.COM - Masjid adalah tempat kaum muslimin
beribadah dan berdzikir kepada Allah 'azza wa jalla, sungguh aneh kalau ada
seorang muslim yang menghalangi pembangunan masjid, maka orang tersebut telah
menghalangi manusia untuk beribadah dan berdzikir kepada Allah, apalagi jika
dia berusaha merobohkan masjid tersebut...?!
" Berikut kami hadirkan nasihat dan peringatan dari
Allah 'azza wa jalla di dalam ayat-Nya yang mulia, dan penjelasan ulama besar
ahli tafsir abad ini, Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah
dalam Tafsir beliau yang berjudul "Taysiru Kariimir Rohman fi Tafsiri
Kalaamil Mannan".
Allah 'azza wa jalla berfirman,
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَن يُذْكَرَ
فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَن يَدْخُلُوهَا
إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ
عَظِيمٌ
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang
menghalang-halangi nama Allah disebut dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha
untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid
Allah) kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat
kehinaan, dan di akhirat mendapat siksa yang berat." [Al-Baqoroh: 114]
"Orang yang menghalangi manusia untuk berdzikir dan
beribadah di masjid termasuk orang yang paling zalim dan paling jahat.
Asy-Syaikh Al-Mufassir As-Sa'di rahimahullah berkata,
أي: لا أحد أظلم وأشد جرما، ممن منع مساجد الله، عن ذكر الله
فيها، وإقامة الصلاة وغيرها من الطاعات.
"Makna ayat ini: Tidak ada yang lebih zalim dan
lebih besar kejahatannya daripada orang yang menghalangi manusia berdzikir
kepada Allah, sholat dan amalan ketaatan lainnya di masjid-masjid."
[Tafsir As-Sa'di, hal. 63]
"Hanya orang kafir yang ingin merusak atau
menghalangi pembangunan masjid dan mencegah manusia beribadah di dalamnya.
Asy-Syaikh Al-Mufassir As-Sa'di rahimahullah berkata,
فيدخل في ذلك أصحاب الفيل، وقريش، حين صدوا رسول الله عنها عام
الحديبية، والنصارى حين أخربوا بيت المقدس، وغيرهم من أنواع الظلمة، الساعين في خرابها،
محادة لله، ومشاقة
"Maka termasuk golongan penghalang manusia berdzikir
dan perusak masjid adalah:
Pertama: Tentara bergajah yang hendak menghancurkan
Kakbah,
Kedua: Kafir Qurays yang menghalangi Rasulullah
shallallaahu'alaihi wa sallam menuju Kakbah pada tahun terjadinya Perjanjian
Hudaibiyah,
Ketiga: Orang Nasrani yang merusak Baitul Maqdis,
Keempat: Semua orang zalim yang berusaha merusak masjid,
mereka memusuhi dan menentang Allah." [Tafsir As-Sa'di, hal. 63]
"Awas balasan dari Allah sangat keras bagi
orang-orang yang zalim itu, dan berita gembira bagi orang-orang yang dizalimi.
Asy-Syaikh Al-Mufassir As-Sa'di rahimahullah berkata,
فجازاهم الله، بأن منعهم دخولها شرعا وقدرا، إلا خائفين ذليلين،
فلما أخافوا عباد الله، أخافهم الله، فالمشركون الذين صدوا رسوله، لم يلبث رسول الله
صلى الله عليه وسلم إلا يسيرا، حتى أذن الله له في فتح مكة، ومنع المشركين من قربان
بيته، فقال تعالى: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ
فَلا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَذَا} .
وأصحاب الفيل، قد ذكر الله ما جرى عليهم، والنصارى، سلط الله
عليهم المؤمنين، فأجلوهم عنه.
وهكذا كل من اتصف بوصفهم، فلا بد أن يناله قسطه، وهذا من الآيات
العظيمة، أخبر بها الباري قبل وقوعها، فوقعت كما أخبر.
"Maka Allah membalas mereka dengan menghalangi
mereka masuk ke masjid, baik secara ketetapan syar'i maupun ketetapan takdir,
yaitu tidaklah mereka masuk ke masjid kecuali dalam keadaan takut lagi terhina.
Maka tatkala mereka menakut-nakuti hamba-hamba Allah maka Allah membuat mereka
takut.
Contohnya kaum musyrikin yang menghalangi Rasulullah
shallallaahu'alaihi wa sallam untuk beribadah di Masjidil Haram, maka tidak
lama Allah pun memerintahkan beliau untuk menaklukkan kota Makkah dan melarang
kaum musyrikin untuk mendekati Kakbah. Allah ta'ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ
فَلا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَذَا
"Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya
orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram
sesudah tahun ini." (At-Taubah: 28)
Adapun tentara bergajah maka Allah telah menyebutkan
tentang kehancuran mereka dalam surat Al-Fiil. Sedangkan kaum Nasrani yang
merusak Baitul Maqdis maka Allah menjadikan kaum mukminin dapat mengalahkan
mereka dan menghalangi mereka memasuki Baitul Maqdis.
Demikianlah, siapa pun yang menghalangi manusia berdzikir
di masjid atau merusak masjid maka pasti akan mendapatkan balasan seperti yang
telah ditimpakan kepada orang-orang kafir tersebut.
Maka ini termasuk ayat yang agung, Allah mengabarkan
dalam ayat tersebut tentang pembalasan-Nya kepada orang-orang zalim itu,
kemudian terjadi sesuai apa yang Allah kabarkan."
{لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ} أي: فضيحة كما تقدم {وَلَهُمْ
فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ} .
"...Mereka di dunia mendapat kehinaan... maknanya:
Balasan yang buruk sebagaimana telah dijelaskan di atas, 'dan di akhirat
mendapat siksa yang berat'." [Tafsir As-Sa'di, hal. 63]
"Membangun masjid dan memakmurkannya dengan
amalan-amalan shalih itulah sifat orang-orang yang beriman. Asy-Syaikh
Al-Mufassir As-Sa'di rahimahullah berkata,
وإذا كان لا أظلم ممن منع مساجد الله أن يذكر فيها اسمه، فلا
أعظم إيمانا ممن سعى في عمارة المساجد بالعمارة الحسية والمعنوية، كما قال تعالى:
{إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ}
.
بل قد أمر الله تعالى برفع بيوته وتعظيمها وتكريمها، فقال تعالى:
{فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ} .
وللمساجد أحكام كثيرة، يرجع حاصلها إلى مضمون هذه الآيات الكريمة.
"Apabila tidak ada yang lebih zalim daripada orang
yang menghalangi manusia berdzikir di masjid-masjid Allah, maka tidak ada yang
lebih kuat keimanannya daripada orang yang berusaha memakmurkan masjid, baik
secara fisik maupun non fisik, sebagaimana firman Allah,
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ
الآخِرِ
[Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah
orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir." (At-Taubah: 18)
Barakallahu fiikum
(Redaksi)