Jelas Berbeda! Tauhid Muhammadiyah Apa Sama Dengan Tauhid Whabi?

LPKAPNEWS.COM - Secara substansi: iya. Akidah yang dikembangkan Muhammadiyah berwatak tanzih, yakni menegaskan keesaan Allah sekaligus mensucikan Allah dari segala bentuk penyerupaan dengan makhluk. Walaupun demikian, Muhammadiyah tidak menjadikan istilah “tanzih” sebagai label mazhab, melainkan mengekspresikannya lewat istilah seperti aqidah murni, Allah tidak menyerupai makhluk, dan Allah Maha Mutlak.

Apa yang dimaksud tauhid tanzih?

Tauhid tanzih adalah pengesaan Allah yang disertai pensucian-Nya dari sifat-sifat makhluk:

tidak berjisim, tidak terbatas, tidak membutuhkan tempat atau arah, serta tidak bisa diserupakan dengan apa pun.

Mengapa tauhid Muhammadiyah dapat disebut tanzih?

1. Tauhid sebagai fondasi akidah murni

Muhammadiyah menegaskan perjuangan untuk menegakkan akidah Islam yang murni dan membersihkannya dari syirik. Ini merupakan dasar tauhid sebelum masuk pada pembahasan sifat-sifat Allah.

2. Penegasan bahwa Allah tidak menyerupai makhluk

Dalam berbagai penjelasan akidah resminya, Muhammadiyah menekankan prinsip laisa kamitslihi syai’—tidak ada sesuatu pun yang sebanding dengan Allah—serta konsep klasik mukhalafatu lil-hawadits. Ini adalah inti ajaran tanzih.

3. Penolakan terhadap tajsim dan tasybih

Muhammadiyah mengkritik cara pandang yang memberi gambaran fisik kepada Allah. Menyamakan Allah dengan makhluk—baik dalam bentuk, arah, atau sifat jasmani—dipandang sebagai kesalahan serius dalam tauhid.

4. Sikap hati-hati dalam isu “di mana” dan “bagaimana”

Dalam pembahasan ayat-ayat seperti tentang ‘Arsy atau kedekatan Allah, Muhammadiyah menekankan iman tanpa spekulasi fisik. Kedekatan Allah dipahami sebagai kedekatan ilmu, kuasa, dan pengawasan, bukan kedekatan tempat atau jarak.

Kesimpulan nya:

Dengan demikian, tauhid Muhammadiyah bersifat tanzih secara substansi:

menegakkan keesaan Allah sekaligus menjaga kemahasucian-Nya dari gambaran makhluk. Hanya saja, bahasa yang dipakai lebih sering berupa istilah aqidah murni, Allah tidak menyerupai makhluk, dan Allah Maha Mutlak, bukan label mazhab teologis tertentu.

Ringkasan 5 poin: Tauhid Tanzih versi Muhammadiyah (ringkas & aman untuk kajian/WA)

1. Tauhid bersih dari syirik

Fokus pada pemurnian akidah sebagai dasar seluruh ajaran.

2. Allah berbeda dari makhluk (mukhalafatu lil-hawadits)

Prinsip “tidak ada yang serupa dengan-Nya” dijaga secara konsisten.

3. Allah Maha Mutlak, tidak dibatasi kategori makhluk

Sifat-sifat Allah tidak dipersempit dengan ukuran jasmani atau ruang.

4. Ayat-ayat sifat dipahami tanpa fisikalisasi

Penafsiran dijaga agar tidak jatuh pada tajsim atau tasybih.

5. Manhaj Tarjih yang seimbang

Pendekatan teks (bayani), rasional (burhani), dan nurani (irfani) digunakan secara proporsional untuk menjaga tauhid tetap murni dan tanzih.

Semoga bermanfaat dan berkah bagi ummat

Sumber, Subur Diaul Haq