Belanja Modal Gedung dan Bangunan pada Dua OPD Tidak
Sesuai Ketentuan
Pada tahun 2024, Pemerintah Provinsi Lampung menganggarkan Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp271.202.666.239,09 dengan realisasi sebesarRp219.628.388.604,82 atau 80,98% dari anggaran
LPKAPNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG — Belanja Modal Gedung dan Bangunan Pemprov Lampung 2024 terealisasi Rp219,63 miliar. Di antaranya, delapan paket pekerjaan pada Dispora dan Disdikbud senilai gabungan Rp17,28 miliar diperiksa BPK. Temuan menunjukkan kekurangan volume, ketidaksesuaian spesifikasi, hingga pemutusan kontrak tanpa pencairan jaminan pelaksanaan, Minggu 1 Nopember 2026.
Seluruh kelebihan pembayaran senilai Rp390.234.969,64 sudah disetorkan kembali, namun jaminan pelaksanaan Mess Atlet senilai Rp128.654.612,59 masih belum ditagih.
Ringkasan
Delapan Paket Pekerjaan
|
No |
OPD / Proyek |
Penyedia |
Nilai Kontrak (Rp) |
Pokok Masalah |
Nilai Bermasalah (Rp) |
Status Penyetoran |
|
1 |
Dispora —
Mess Atlet |
CV TJU |
2.573.092.251,83 |
Putus kontrak
(progres 60%), kurang volume, jaminan belum cair |
Kurang
volume: 221.942.889,84 Jaminan:
128.654.612,59 |
Volume: sudah
disetor Jaminan:
belum ditagih |
|
2 |
Dispora — GOR
Sidodadi |
PT NGS |
987.408.305,52 |
Kurang volume
+ spesifikasi |
27.153.971,46 |
Sudah disetor |
|
3 |
Dispora — GOR
Rengas |
CV KJS |
993.134.122,74 |
Kurang volume
+ spesifikasi |
26.987.341,75 |
Sudah disetor |
|
4 |
Dispora — GOR
SMAN 1 Tegineneng |
CV ANK |
986.681.618,88 |
Kurang volume
+ spesifikasi |
26.066.664,73 |
Sudah disetor |
|
5 |
Dispora —
Softball PKOR |
CV BSJ |
988.000.000,00 |
Kurang volume |
20.246.854,99 |
Sudah disetor |
|
6 |
Disdikbud —
SMAN 1 Kalirejo & Bangunrejo |
CV BMP |
4.295.682.080,00 |
Spesifikasi
tidak sesuai |
33.826.847,50 |
Sudah disetor |
|
7 |
Disdikbud —
SMAN 1 Natar |
CV GP |
5.278.276.474,00 |
Kurang volume |
15.537.638,20 |
Sudah disetor |
|
8 |
Disdikbud —
SMAN 6 Metro |
CV RJ |
1.181.927.113,00 |
Kurang volume |
18.472.761,17 |
Sudah disetor |
|
JUMLAH |
17.284.201.965,97 |
Rp518.874.880,73 (termasuk
jaminan) |
Volume/spesifikasi:
lunas Jaminan:
tertunggak |
a. Pembangunan
Mess Atlet — Putus Kontrak, Jaminan Belum Dicairkan
Kontrak: 23
Oktober–31 Desember 2024, Rp2,57 miliar
Pada 31
Desember 2024, kontrak diputus dengan progres fisik hanya 60%, namun pembayaran
sudah dilakukan sebesar 60% atau Rp1,54 miliar.
Jaminan
pelaksanaan senilai 5% × Rp2,57 miliar = Rp128.654.612,59 dari PT JKI jatuh
tempo 31 Desember 2024 — belum dicairkan meskipun pemutusan kontrak terjadi
karena penyedia tidak menyelesaikan pekerjaan.
Kekurangan
volume teridentifikasi pada kolom beton, dinding bata, plesteran, acian, hingga
lubang pintu/jendela: Rp221.942.889,84 — sudah disetor.
Dampak: Gedung
belum selesai, belum dapat dimanfaatkan sesuai rencana.
b. Tiga GOR
Dispora — Dinyatakan Selesai 100% Padahal Belum Sesuai
GOR Sidodadi,
GOR Rengas, dan GOR SMAN 1 Tegineneng sama-sama dinyatakan selesai 100% dan
dibayar lunas, padahal pemeriksaan fisik menemukan:
Kekurangan
volume: bekisting pondasi, pembesian kolom, balok — total Rp45,7 juta gabungan
Ketidaksesuaian
spesifikasi: bekisting kolom, balok, plat atap tidak sesuai gambar —
menggunakan material di bawah standar — total Rp34,5 juta gabungan
Pola temuan
serupa di ketiga paket menunjukkan kemungkinan standar pemeriksaan serah terima
tidak konsisten atau tidak teliti.
c. Rehabilitasi
Softball PKOR
Pekerjaan
dinyatakan selesai 100%, namun ditemukan kekurangan volume pada pondasi batu
belah, plesteran, pagar, hingga pemasangan paving: Rp20.246.854,99.
d. Tiga Paket
Disdikbud — Sekolah
SMAN 1 Kalirejo
& Bangunrejo (CV BMP): pengecatan tidak sesuai spesifikasi (jumlah lapis
tidak mencukupi), instalasi lampu dan rangka plafon tidak sesuai —
Rp33.826.847,50.
SMAN 1 Natar
(CV GP): dinding, plesteran, lantai, plafon kurang volume — Rp15.537.638,20.
SMAN 6 Metro
(CV RJ): dinding, plesteran, pengecatan kurang — Rp18.472.761,17.
Semua paket
sudah dibayar 100% sebelum pemeriksaan BPK.
e. Status
Penyetoran
Seluruh
penyedia telah menyetorkan kelebihan pembayaran atas kekurangan volume dan
ketidaksesuaian spesifikasi pada tanggal 16, 19, dan 20 Mei 2025:
Kekurangan
volume: Rp321.903.036,14 → lunas
Ketidaksesuaian
spesifikasi: Rp68.331.933,50 → lunas
Sisa tertagih:
Jaminan pelaksanaan Mess Atlet CV TJU → Rp128.654.612,59
Pelanggaran
Aturan & Akar Masalah
Kondisi ini
melanggar:
Perpres No.
16/2018 jo No. 12/2021:
Pasal 11(1)i:
PPK wajib mengendalikan kontrak — tidak dilakukan dengan teliti
Pasal 17(2):
Penyedia bertanggung jawab atas volume, kualitas, ketepatan waktu & tempat
— tidak dipenuhi
Pasal 27(6)b:
Pembayaran berdasarkan pengukuran bersama realisasi — tidak diterapkan
Pasal 57(2):
PPK wajib memeriksa barang/jasa sebelum penerimaan — tidak dilakukan secara
memadai
Pasal 78: Kekurangan
volume/kualitas = sanksi ganti kerugian
Peraturan LKPP
No. 12/2021 (diubah No. 4/2024): pemutusan kontrak karena kesalahan penyedia →
jaminan pelaksanaan harus dicairkan terlebih dahulu — tidak dipatuhi pada kasus
Mess Atlet
Syarat-Syarat
Umum Kontrak: pembayaran tidak boleh melebihi kemajuan riil; penilaian atas
mutu & fisik wajib dilakukan — BAST diterbitkan tanpa verifikasi menyeluruh
Penyebab:
PPK & PPTK
tidak teliti mengukur fisik sebelum menandatangani BAST & mengajukan
pembayaran
Pengawas teknis/konsultan
tidak melaporkan ketidaksesuaian secara objektif
Aturan
pencairan jaminan pelaksanaan tidak dijalankan segera saat pemutusan kontrak
Pola kekurangan
berulang pada item yang sama di beberapa paket menunjukkan kelemahan sistemik
dalam pengawasan
Rekomendasi BPK
Kepala Dispora
& Disdikbud sependapat dan sudah menindaklanjuti penyetoran. BPK
merekomendasikan Gubernur Lampung untuk:
Dispora segera
menagih & mencairkan jaminan pelaksanaan Mess Atlet dari CV TJU/PT JKI
senilai Rp128.654.612,59, disetor ke Kas Daerah
Menugaskan PPK
Dispora menyelesaikan sisa pekerjaan Mess Atlet — penunjukan penyedia baru atau
negosiasi ulang — agar aset dapat dimanfaatkan sesuai perencanaan
Semua PPK &
PPTK Dispora maupun Disdikbud wajib:
Mengukur &
mendokumentasikan secara foto/video setiap item pekerjaan sebelum penerimaan
Melibatkan
pengawas teknis secara independen; tanda tangan BAST hanya sah setelah
verifikasi fisik lengkap
Menahan
pembayaran sementara jika ditemukan ketidaksesuaian sampai diperbaiki/diganti
Meninjau
prosedur pemutusan kontrak: jaminan pelaksanaan diproses segera sesuai
ketentuan LKPP sebelum kontrak diputus
Memberikan
teguran/sanksi administratif kepada PPK yang menerbitkan BAST 100% padahal
pekerjaan belum selesai sesuai kontrak
Editor Angcelherman
