LPKAPNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus memperkuat langkah strategisnya dalam membangun kemandirian sektor kesehatan. Melalui entitas bisnis barunya, PT Suryavena Farma Indonesia, organisasi Islam modernis ini tengah mempersiapkan pembangunan pabrik cairan infus berskala besar yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Langkah itu bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bagian dari visi besar Muhammadiyah dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan berbasis kemandirian, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar dalam penyediaan alat kesehatan dan obat-obatan.



