LPKAPNEWS.COM - Tahun 1997 Pada kajian interdisipliner di kampus 2 UMM, bersama Prof Malik Fadjar, Gus Dur bercanda: Kemenangan Muhammadiyah atas NU adalah kemenangan dialektik. Yang awalnya dibantah. Disesatkan. Dikaferkan kemudian dibenarkan dan ditiru rame-rame’.
Ketika yang lain masih sibuk bahas posisi perempuan dan mendorong shalat di kamar paling belakang.
Muhammadiyah sudah menempatkan perempuan dalam posisi depan: menjadi rektor direktur dekan guru besar bahkan kultum tarweh di hadapan kaum maskulin.
KHGT hadir dengan tidak mengabaikan metode yang lain - berdampingan saling menggenapi. Sebagaimana ijtihad: jika benar pahalanya dua, jika salah pahalanya satu.
100 tahun silam Kyai Dahlan mengubah pola pikir umat Islam. Dengan pembaharuan dan purifikasi. Ilmu dan amal berjalan imbang beriringan.
Carl Whytwrington peneliti Amerika menyebut Kyai Dahlan bukan ulama biasa tapi pragmatikus agama. Bahwa agama bukan sekedar retorika. Al Ma’un Ethics : Bukan setoran hapalan tapi setoran amal.
Al Quran diterjemahkan dalam bahasa lokal. Sekolah klasikal diperkenalkan. Klinic dibangun. Panti asuhan rumah yatim dan rumah miskin digagas dan dipraktikkan. Umat Islam tercengang kaget, ini gagasan tak biasa. Kaget dan berontak ini kafer karena mirip dengan orang kafer. Semua melawan karena dianggap melawan kellaziman melawan tradisi dan adat.
Kyai Dahlan melawan mapan. Anti maisntream: ketika proposal pendirian sumah sakit di kalangan pribumi santri dipresentasikan Kyai Soedja’ di hadapan pengurus Hoftbesture Muhammadiyah tak sedikit pimpinan yang tidak bersetuju. Ini gagasan di luar nalar. Ide gila. Berobat dengan cara disuntik adalah cara kompeni. Kompeni itu kafer. Rumah sakit adalah kebiasaan kaum kafer.
*^^^^*
Modernisasi Kyai Dahlan adalah niscaya — tradisi jumud dipatahkan. Langgar Kidoel pun dirobohkan. Kritik diterima. Perlawanan kuat melawan. Kyai Dahlan istiqamah pendirian. Semua yang dulu dibantah dan disesatkan sekarang dibenarkan dan ditiru rame rame.
Gen pembaharuan tak pernah surut. KHGT adalah tanda bahwa modernisasi di Muhammadiyah tidak berhenti. Islam jumud pasti heran: Mungkin dilawan. Mungkin dibantah. Dianggap aneh. Melawan tradisi atau kelaziman. Disitulah istimewanya.
Bukan deret pahala, tapi maslahat buat orang banyak: sebaik-baik kalian adalah yang paling banyak manfaat bagi manusia yang lain: Ribuan sekolah. Ratusan perguruan tinggi. Ratusan rumah sakit dan ribuan amal saleh lainnya adalah bukti, bukan sekedar amal biasa.
*^^^^*
KHGT bukan hanya soal kalender penentuan awal dan akhir bulan. Ini ijtihad besar melampaui zaman dan tempat.
KHGT adalah gerakan perubahan, pemodernan dan pemajuan. Ini tentang keberanian berijtihad melawan jumud.
Jika benar pahalanya dua, jika salah pahalanya satu.
Mungkin ada yang kaget ada yang terperangah - kemudian berkata macam-macam seperti saat ketika Al Qur’an diterjemah pertama kali atau saat ketika khutbah jum’at diubah dalam bahasa lokal, ketika klinik dan rumah sakit dibangun.
Dahlan kyai gendeng, kyai londo, kyai kafer, kyai sesat, kyai liberal, yahudi. Langgar Kidoel pun dirobohkan:
Beberapa tahun kemudian dibenarkan dan ditiru rame-rame …
@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar
(Redaksi)
