7 perbedaan antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah

LPKAPNEWS.COM - Keduanya sama-sama organisasi Islam besar di Indonesia, tetapi memiliki pendekatan yang berbeda dalam beberapa hal.
1. Sejarah dan Latar Belakang Berdiri
Nahdlatul Ulama (NU)
Berdiri tahun 1926 di Surabaya oleh Hasyim Asy'ari.
Lahir dari tradisi pesantren dan ulama tradisional.
Muhammadiyah
Berdiri tahun 1912 di Yogyakarta oleh Ahmad Dahlan.
Lahir dari semangat pembaharuan Islam (modernisme).
➡️ NU lebih tradisional, Muhammadiyah lebih reformis / modernis.
2. Cara Menentukan Hukum Islam
NU
Mengikuti mazhab fikih klasik, terutama mazhab Syafi'i.
Muhammadiyah
Menggunakan ijtihad langsung ke Al-Qur'an dan Hadis, tidak terikat pada satu mazhab.
➡️ NU lebih mazhab-oriented, Muhammadiyah lebih tekstual langsung.
3. Sikap terhadap Tradisi Lokal
NU
Lebih menerima budaya lokal selama tidak bertentangan dengan Islam.
Contoh: tahlilan, selametan, maulidan.
Muhammadiyah
Lebih selektif dan kritis terhadap tradisi, terutama jika tidak ada dasar kuat dalam hadis.
➡️ NU akomodatif terhadap budaya, Muhammadiyah lebih purifikasi.
4. Praktik Ibadah Sehari-hari
Contoh perbedaan yang sering terlihat:
NU
Qunut saat sholat Subuh
Tahlilan setelah kematian
Maulid Nabi secara meriah
Muhammadiyah
Umumnya tidak membaca qunut Subuh
Tidak mengadakan tahlilan kematian
Maulid tidak dijadikan ritual khusus
➡️ Perbedaan ini bukan soal akidah, tetapi perbedaan fiqh dan tradisi.
5. Sistem Pendidikan
NU
Banyak menggunakan pesantren tradisional
Kajian kitab kuning
Muhammadiyah
Mengembangkan sekolah modern dan universitas
Sistem pendidikan lebih formal
6. Penentuan Awal Ramadhan dan Idul Fitri
NU
Menggunakan rukyatul hilal (melihat bulan secara langsung).
Muhammadiyah
Menggunakan hisab astronomi (perhitungan matematis).
➡️ Karena itu kadang tanggal puasa atau lebaran berbeda.
7. Corak Dakwah
NU
Dakwah melalui tradisi, pesantren, dan budaya masyarakat.
Muhammadiyah
Dakwah melalui pendidikan, rumah sakit, dan organisasi modern.
✅ Kesimpulan:
Walaupun berbeda pendekatan, NU dan Muhammadiyah sama-sama bertujuan memajukan Islam di Indonesia dan sering bekerja sama dalam banyak hal.

(Redaksi)