LPKAPNEWS.COM, MEDAN –
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti
menyampaikan apresiasi pembangunan venue Muktamar Muhammadiyah dan
Aisyiyah. Venue Berkemajuan saat ini progresnya mencapai 33 persen, sedangkan
venue Sporthall Walidah mencapai 45 persen. Pekerjaan pembangunan venue
Muktamar 49 itu diharapkan akan selesai pada waktu yang sudah dijadwalkan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia
(Mendikdasmen RI) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed didampingi para Dirjennya meninjau ekosistem dapur Satuan Pelayanan
Pemenuhan Gizi Makanan Bergizi Gratis (SPPG-MBG) Universitas Muhammadiyah
Sumatera Utara (UMSU) dilanjutkan meninjau pembangunan auditorium berkemajuan
dan sport hall walidah di Kampus Terpadu UMSU, di Deliserdang, Minggu (4/1).
Lokasi yang dikunjungi Mendikdasmen telah ditetapkan
menjadi arena utama pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah 2027. Dapur MBG UMSU sendiri
mulai beroperasi direncanakan 8 Januari 2025.
Pejabat mendampingi Mendikdasmen yaitu Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi dan PKPLK Tatang Muttaqin, Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kelembagaan Didik Suhardi, Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media Maruf serta kepala LPMP Sumut Afrizal S. Ikut serta Ketua LLHPB PP Aisyiyah Rahmawati Husein.
Dalam kunjungan Mendikdasmen Prof. Mu’ti mengapresiasi
langkah konkret UMSU yang dinilai melampaui sejumlah program pemerintah
berkaitan dengan MBG, pendidikan dan
gerakan sosial- kemasyarakatan dan ekonomi umat.
Keberadaan
fasilitas pendukung seperti pabrik roti, peternakan ayam dan sayuran dalam
ekosistem SPPG UMSU disebut sebagai contoh nyata program yang tidak berhenti
pada konsep, tetapi menghasilkan modal sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Ini sudah beyond dari sekadar program. Yang dilakukan UMSU adalah kerja nyata, less talk, do more, saat banyak pihak terlalu banyak bicara tetapi minim eksekusi, Muhammadiyah dan UMSU justru menghadirkan solusi,” ujar Mendikdasmen dalam kunjungannya.
Menurut Prof. Mu’ti, pendekatan seperti ini penting
karena pekerjaan nyata akan melahirkan optimisme, bukan pesimisme di tengah
masyarakat. Kehadiran Muhammadiyah-Aisyiyah yang bersinergi dengan UMSU, kata
Mendikdasmen, telah dirasakan dalam bentuk solusi konkret.
“Banyak pekerjaan
hari ini justru menimbulkan pesimisme karena tidak dikerjakan dengan
sungguh-sungguh. Di sini, kami melihat contoh nyata: hadir, bekerja, dan
memberi solusi,” tegasnya.
Mendikdasmen juga menyinggung aktivitas pendidikan dan
sosial yang telah berjalan di kawasan kampus terpadu UMSU. Ini jadi penanda kawasan kampus dan tempat arena
Muktamar Muhammadiyah hidup dan
bertumbuh, bukan sekadar proyek fisik.
Sementara itu, pembangunan auditorium dan sport hall
di dinilai bukan hanya untuk kepentingan
internal kampus, tetapi memiliki nilai strategis jangka panjang. Kawasan
tersebut diproyeksikan menjadi destinasi wisata edukasi (edu-tourism) yang
mengintegrasikan pendidikan, dakwah, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Setahun lalu Prof. Mu’ti berkunjung ke lahan kampus terpadu seperti dia analogikan dengan doa Nabi Ibrahim dahulu, awalnya tidak ada apa-apa, justru kini telah tumbuh menjadi pemukiman dan peradaban baru, Ka’bah, Masjidil Haram.
“Saya melihat Kampus Terpadu UMSU dan arena Muktamar Muhammadiyah 2027 berpotensi menjadi new settlement dan destinasi masa depan,” ungkap Mendikdasmen.
Mendikdasmen juga
mendorong agar kawasan kampus dilengkapi dengan perpustakaan dan ruang-ruang
publik edukatif yang hidup, sehingga menjadi pusat pengembangan Islam
berkemajuan dan penggerak kesadaran belajar generasi muda, termasuk membangun
idealisme agar berani menuntut ilmu hingga ke luar negeri.
Sementara Rektor UMSU Prof. Agussani, MAP menyampaikan
pengembangan Kampus Terpadu dirancang sebagai kawasan edukatif terpadu yang
tidak hanya melayani kepentingan akademik, tetapi juga menggerakkan masyarakat
sekitar.
“Kami ingin kawasan ini menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi. Edu-tourism yang dibangun di sini harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan Persyarikatan,” ujar Rektor.
Dengan dukungan infrastruktur, kesiapan organisasi, dan partisipasi masyarakat, Kampus Terpadu UMSU diharapkan menjadi model pembangunan pendidikan yang berkelanjutan sekaligus ruang aktualisasi nilai-nilai Islam berkemajuan yang berdampak nyata bagi umat dan bangsa.
Prof. Agussani menargetkan Auditorium Berkemajuan
berkapasitas 7.500 orang akan digunakan untuk acara wisuda perdana tahun 2027
dan berharap dihadiri Mendikdasmen.
Proses pembangunan auditorium telah berjalan 33 persen
dan sport hall 45 persen.
Hingga kini biaya pembangunan masih menggunakan kekuatan
UMSU dan belum memakai dana dari perbankan.
Acara kunjungan Mendikdasmen turut dihadiri Badan Pembina
Harian, Wakil Rektor II Prof. Akrim, MPd beserta sivitas akadimika UMSU, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Deliserdang,
Sergai, Binjai, Tebingtinggi, Asahan, Medan dan PW Muhammadiyah, Aisyiyah,
sivitas akademika UMSU.
Esoknya Mendikdasmen dan para Dirjen berkunjung ke Aceh Tamiang dan Langsa untuk
memulai sekolah perdana di sana setelah libur panjang. Ini membuktikan bahwa
Aceh mulai bangkit. Sebelumnya, Mendikdasmen di Medan dalam rangka menandatangani sejumlah prasasti revitalisasi
sekolah.
Sumber, Infomu



