LPKAPNEWS.COM, YOGYAKARTA – Beasiswa yang
diselenggarakan oleh Muhammadiyah Scholarship Agency (MSA) tidak hanya
bermanfaat bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA),
tapi non-PTMA, dan mahasiswa Indonesia di luar negeri.
Hal itu disampaikan oleh Direktur MSA, Ahmad Romadhoni
Surya Saputra pada Senin (1/12) dalam Pembekalan Al Islam Kemuhammadiyahan
(AIK) “Awardess Program bantuan Dana Pendidikan Baznas dan PP Muhammadiyah
tahun 2025 secara daring.
Dhoni merinci, sebanyak 500 awardee atau mahasiswa
penerima beasiswa telah melewati proses seleksi ketat dari 14.122 pendaftar.
Dari jumlah tersebut 59 persen adalah mahasiswa PTMA, 7 persen mahasiswa di
luar negeri, dan 34 persen mahasiswa dari non-PTMA dalam negeri.
“Pendaftar dan penerima manfaat program ini berasal dari
seluruh penjuru negeri dari 38 provinsi, dari provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
hingga Papua Selatan,” ungkap Dhoni.
Ia menambahkan bahwa pembekalan AIK ini merupakan upaya
untuk meningkatkan pemahaman nilai dasar keislaman serta memperkuat karakter
sebagai kader berintegritas.
Sementara itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber
Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan mengapresiasi
program MSA ini. Sebab membuka dan memperluas kesempatan bagi kader potensial
untuk melanjutkan jenjang studi S1, S2, maupun S3.
Kepada awardee, sosok yang akrab disapa Gus Bah ini
menjelaskan, Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan pembaharuan Islam, gerakan
modernisasi Islam, gerakan revitalisme Islam, dan gerakan tajdid.
Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Muhammadiyah ditegaskan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam, yang berarti
Islam yang bergerak. Adapun cara Muhammadiyah menggerakkan Islam adalah melalui
dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Menurutnya yang membedakan Muhammadiyah dari gerakan lain
adalah prinsip tajdid, yakni gerakan pembaruan yang membuka ruang ijtihad serta
berupaya memurnikan ajaran Islam.
Pada kesempatan yang sama Pimpinan Baznas Bidang
Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan menyampaikan, awardee beasiswa meningkat
setiap tahun sejalan dengan tingginya motivasi masyarakat Indonesia dalam
menuntut ilmu.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam penyaluran zakat ada dua
pendekatan, yaitu pendistribusian dan pemberdayaan. Penyaluran beasiswa, kata
Rizaludin, merupakan upaya BAZNAS dalam pemberdayaan dengan harapan dapat
mengubah kondisi penerima manfaat menjadi lebih baik, dari mustahiq menjadi
muzakki.
Sumber, Muhammadiyah or id
