Rudi Chua terima audiensi pelaku usaha perihal bahas kelangkaan pangan akibat pengetatan Bea dan Cukai Punggur Batam.

LPKAPNEWS.COM, TANJUNG PINANG - Anggota DPR provinsi Kepulauan Riau rudicuah menerima audiensi perwakilan pelaku usaha yang terdiri dari ekspedisi Batam Tanjungpinang, UMKM, pedagang, serta distributor sembako untuk membahas persoalan kelangkaan bahan pangan di wilayah Tanjung Pinang Bintan Karimun dan sekitarnya. 

Menurutnya kelangkaan tersebut diduga kuat dipicu oleh mengatakan pemeriksaan oleh Bea Cukai di pelabuhan Punggur Batam yang berimbas kepada kenaikan harga serta berkurangnya pasokan barang konsumsi tertentu. 

Dalam pertemuan audiensi DPRD Kepri yang dihadiri pelaksana tugas Kepala Dinas perindustrian dan perdagangan provinsi Kepulauan Riau Riki rionaldi menghasilkan beberapa kesimpulan yang penting sebagai langkah penanganan. 

Barang impor akan diupayakan memiliki titik masuk langsung ke bintang Tanjungpinang atau Karimun sesuai kewenangan masing-masing badan pengusaha milik wilayah. 

Barang konsumsi dalam negeri seperti sembako sayur buah-buahan dan kacang-kacangan yang selama ini dikirim melalui Batam akan diupayakan dapat kembali keluar melalui Batam dengan syarat pelaku usaha memiliki administrasi perizinan dinas UMKM provinsi Kepulauan Riau akan memberikan pendampingan dalam proses tersebut, jelas Riki rionaldi Kadis perindustrian dan perdagangan provinsi Kepulauan Riau. 

Provinsi Kepulauan Riau akan memfasilitasi koordinasi dengan bea cukai agar barang kebutuhan pokok dan produksi pertanian diri dalam negeri dapat melewati jalur Punggur untuk diteruskan ke Tanjung uban sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Selain persoalan distribusi banyak warga Tanjungpinang juga yang mengeluh kelangkaan minyak goreng dan ayam potong yang semakin sulit didapatkan beberapa pekan terakhir. 

Pemerintah provinsi Kepulauan Riau diharapkan segera mengambil langkah konkrit untuk mengatasi kendala distribusi dan memastikan kesediaan bahan baku pokok di tengah masyarakat terpenuhi dan aman jelang Nataru ini.

Sumber, Mardy