LPKAPNEWS.COM - Teladan kesederhanaan Prof. Dr. H. Haedar Nashir, MSi Ketum Muhammadiyah, tercermin dari semangat "hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah" seperti ulama pendahulu, penekanan pada profesionalisme dan amanah dalam mengelola amal usaha, serta seruannya agar gaya hidup moderat dan tidak konsumtif, terutama saat momen hari raya seperti tidak menjadikan mudik sebagai ajang pamer kekayaan, menjadikannya teladan integritas dan komitmen pada nilai-nilai dakwah Muhammadiyah.
Manifestasi Kesederhanaan:
Etos Kerja & Pengelolaan Dana: Beliau mendorong pengelolaan amal usaha Muhammadiyah (sekolah, rumah sakit, dll) agar menghasilkan keuntungan (margin) yang kemudian digunakan untuk menghidupi cabang, ranting, dan gerakan dakwah, bukan untuk memperkaya pribadi.
Menghindari Kemewahan: Seperti warisan KH Ahmad Dahlan, ia menganjurkan agar pengurus dan warga Muhammadiyah tidak menjadikan persyarikatan sebagai sarana mencari nafkah pribadi, tetapi sebaliknya.
Menekankan Nilai Luhur: Mengingatkan agar tradisi seperti mudik Lebaran kembali ke esensi kebersamaan dan kesederhanaan, bukan ajang pamer kekayaan atau konsumtif.
Integritas & Amanah: Menjaga profesionalisme dan amanah dalam menjalankan tugas, menjadi teladan bagi para kader dalam membangun organisasi berskala besar dengan tetap bersahaja.
Teladan Ulama Muhammadiyah Lainnya (yang juga diikuti):
KH AR Fakhruddin: Contoh klasik yang berjualan bensin eceran meskipun menjabat Ketua PP Muhammadiyah, dan nasihatnya agar tidak mencari jabatan, tapi menerima amanah.
Prof. H. A. Malik Fadjar, M.Sc
& Drs. H. M. Djazman Al-Kindy: Membangun universitas besar dari nol dan menyerahkannya sepenuhnya untuk kepentingan Muhammadiyah, bukan pribadi.
Intinya, kesederhanaan Bapak Haedar Nashir adalah cerminan dari nilai inti Muhammadiyah: pengabdian total kepada gerakan, bukan untuk kepentingan materi pribadi, dengan pengelolaan sumber daya yang profesional dan berorientasi pada kemaslahatan umat dan dakwah.
(Redaksi)
