Menjadi salah satu tokoh utama yang vokal mengkritik rezim Orde Baru Soeharto menjelang keruntuhannya.LPKAPNEWS.COM - Prof. Dr. Amien Rais menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1995-1998, meneruskan kepemimpinan KH Ahmad Azhar Basyir yang wafat di tengah masa jabatan, dan terkenal dengan gagasan Tauhid Sosial serta menjadi tokoh sentral reformasi 1998 yang kritis terhadap Orde Baru, bahkan mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) setelah itu. Gaya kepemimpinannya di Muhammadiyah dikenal vokal dan berani, namun masa jabatannya di PP Muhammadiyah tidak sampai selesai karena ia fokus pada gerakan politik yang melahirkan PAN.
Masa Kepemimpinan di Muhammadiyah:
Periode: 1995-1998 (secara resmi hasil Muktamar Banda Aceh), namun efektif memimpin lebih singkat karena wafatnya Azhar Basyir.
Transisi: Awalnya memimpin setahun setelah KH Ahmad Azhar Basyir meninggal dunia (1994), kemudian terpilih di Muktamar Banda Aceh 1995, dan kemudian digantikan oleh Ahmad Syafi'i Maarif setelah ia mundur untuk terjun ke politik.
Gagasan Utama: Meluncurkan konsep Tauhid Sosial, yang menekankan konsekuensi logis dari keimanan untuk menegakkan keadilan sosial, hukum, ekonomi, dan kesetaraan.
Peran dalam Reformasi 1998:
Tokoh Kritis: Menjadi salah satu tokoh utama yang vokal mengkritik rezim Orde Baru Soeharto menjelang keruntuhannya.
Pembentukan PAN: Setelah mundur dari Muhammadiyah, ia mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) pada 1998, menjadikannya kendaraan politik penting pasca-Reformasi.
Gaya Kepemimpinan:
Dikenal sebagai pemimpin yang berani, blak-blakan, dan aktif mengawal umat, berbeda dengan gaya pemimpin Muhammadiyah yang lebih tenang seperti Syafi'i Maarif, yang mencoba menjaga jarak dengan politik praktis.
(Redaksi)