LPKAPNEWS.COM, SEMARANG – Sebanyak 24 juta penduduk Indonesia masih dalam kondisi miskin, dan
3,17 juta di antaranya berada pada kondisi kemiskinan ekstrim. Oleh karena itu
dibutuhkan sinergi, dan Muhammadiyah jadi bagian penting untuk pengentasan
kemiskinan di Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri
Sosial RI, Agus Jabo Priyono pada (8/5) dalam Kuliah Umum yang digelar di
Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) di Gedung Kuliah Bersama (BKB) II.
Dia mengaku pemerintah tidak bisa
mengentaskan kemiskinan di Indonesia sendirian, melainkan dibutuhkan kolaborasi
dengan perguruan tinggi, termasuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah
(PTMA) khususnya UNIMUS.
“Negara dan Pemerintah tidak bisa sendiri, kami sangat membutuhkan kampus sebagai mitra objektif dan kritis untuk membangun model pemberdayaan yang menyentuh akar permasalahan,” ujar Agus.
Merujuk Data Tunggal Sosial Ekonomi
Nasional (DTSEN), Agus menyampaikan saat ini terdapat sekitar 24 juta penduduk
Indonesia yang masih berada pada kondisi miskin, dan 3,17 juta lainnya masuk
dalam kategori miskin ekstrim.
Oleh karena itu dia menegaskan perlu
bergandeng tangan antara pemerintah dengan swasta, dalam hal ini adalah
Muhammadiyah melalui perguruan tingginya yang rata-rata memiliki desa binaan,
sebagaimana yang dilakukan oleh UNIMUS.
“Unimus punya potensi besar karena telah
memiliki desa binaan. Ini peluang emas untuk bersinergi dalam menyusun
pengembangan bersama demi penghapusan kemiskinan ekstrem,” lanjut Agus.
Agus Jabo yang merupakan putra daerah
Magelang ini mendedahkan, di Provinsi Jawa Tengah dari 923 desa, telah ada
sembilan desa yang memulai pelatihan dan pemberdayaan yang menggandeng swasta
seperti kampus Muhammadiyah.
Saat ini di era kepemimpinan Presiden
Prabowo ditargetkan kemiskinan ekstrim tuntas pada 2026, dan angka kemiskinan
turun di bawah 5 persen pada 2029. Target-target yang ditetapkan itu akan sulit
direalisasikan jika tidak saling berkolaborasi, maka Muhammadiyah melalui
perguruan tingginya diharapkan ikut membantu., (Sumber Mu.Or.Id)
