LPKAPNEWS.COM - Bulan Zulhijah adalah salah satu bulan mulia dalam
kalender Islam yang penuh dengan keutamaan dan peluang untuk mendekatkan diri
kepada Allah SWT. Sepuluh hari pertamanya merupakan waktu yang istimewa untuk
memperbanyak amal shalih, terutama puasa Sunah.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
«مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ» يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: «وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ»
“Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh
Allah melebihi amal shalih yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu sepuluh
hari pertama bulan Zulhijah).” Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di
jalan Allah?” Nabi SAW menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali
orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang
kembali satupun.” (HR. Bukhari).
Hadis ini menegaskan bahwa amal shalih di sepuluh hari
pertama Zulhijah memiliki keutamaan luar biasa, bahkan melebihi jihad, kecuali
jihad yang dilakukan dengan pengorbanan total. Puasa Sunah menjadi sarana utama
untuk meraih keutamaan ini.
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
«مَا مِنْ أَيَّامٍ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يَتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ، يُعْدَلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصَوْمِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ»
“Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda: Tidak ada
hari-hari yang lebih disukai Allah untuk beribadah kepada-Nya daripada sepuluh
hari (permulaan) bulan Zulhijah. Berpuasa setiap hari sebanding dengan puasa
satu tahun, dan shalat pada malam harinya sama dengan shalat pada Lailatul
Qadar.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Baihaqi).
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa di sepuluh hari pertama
Zulhijah memiliki pahala yang setara dengan puasa satu tahun penuh, sementara
qiyamul lail pada malam harinya bernilai seperti ibadah di malam Lailatul
Qadar.
Kebiasaan Rasulullah SAW Berpuasa di Awal Zulhijah
Rasulullah SAW memberikan teladan nyata dalam
memanfaatkan waktu mulia ini. Dalam sebuah riwayat, beliau biasa berpuasa pada
sembilan hari pertama Zulhijah, sebagaimana disebutkan:
«كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ»
“Rasulullah SAW biasa berpuasa pada sembilan hari awal
Zulhijah, pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya,
dua hari Senin pertama dalam setiap bulan, dan hari Kamis.” (HR. Abu Dawud).
Riwayat lain dari Abu Awanah juga menyebutkan:
«كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ»
Kebiasaan Rasulullah SAW ini menjadi teladan bagi umat
Islam untuk memanfaatkan sembilan hari pertama Zulhijah dengan puasa Sunah.
Puasa ini tidak hanya mencakup puasa khusus Zulhijah, tetapi juga dapat
digabungkan dengan puasa Sunah lainnya, seperti puasa Dawud, puasa Ayyamul
Bidh, puasa Senin-Kamis, dan puncaknya adalah puasa Arafah pada tanggal 9
Zulhijah.
Jadwal Puasa Sunah di Awal Zulhijah 1446 H
Jika 1 Zulhijah 1446 H bertepatan dengan Rabu, 28 Mei
2025, maka umat Islam dapat memanfaatkan sembilan hari pertama dengan puasa
Sunah berikut:
Rabu, 28 Mei 2025: Puasa Dawud
Kamis, 29 Mei 2025: Puasa Sunah Kamis
Jumat, 30 Mei 2025: Puasa Dawud
Sabtu, 31 Mei 2025: Puasa Ayyamul Bidh
Ahad, 1 Juni 2025: Puasa Dawud
Senin, 2 Juni 2025: Puasa Sunah Senin
Selasa, 3 Juni 2025: Puasa Dawud
Rabu, 4 Juni 2025: Puasa Ayyamul Bidh
Kamis, 5 Juni 2025: Puasa Arafah
Puasa Arafah pada 9 Zulhijah memiliki keutamaan khusus,
sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
«صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ»
“Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar
menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)
Sepuluh hari pertama Zulhijah adalah momen emas untuk memperbanyak ibadah, terutama puasa Sunah. Mari sambut 1 Zulhijah 1446 H dengan semangat memperbanyak puasa Sunah. Semoga amal ibadah kita diterima dan menjadi bekal menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Aamiin., (Redaksi)
