LPKAPNEWS.COM, TANJUNGPINANG — Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau menemukan kelebihan
pembayaran, denda keterlambatan belum dipungut, serta wanprestasi pekerjaan
pada Belanja Modal Tahun Anggaran 2023. Dari total permasalahan Rp3,25 miliar,
baru Rp846,68 juta disetorkan ke Kas Daerah; tersisa Rp2,40 miliar yang belum
ditindaklanjuti, terutama terkait pembangunan Gedung Radioterapi RSUD Raja
Ahmad Tabib (RAT), Jumat 16 Oktober 2026.
Anggaran & Realisasi Belanja Modal TA 2023
Belanja Modal dianggarkan Rp660.703.184.611,00,
direalisasikan Rp618.877.436.638,59 atau 93,67%, dengan rincian:
|
No |
Jenis Belanja Modal |
Anggaran (Rp) |
Realisasi (Rp) |
% |
|
1 |
Tanah |
1.550.000.000,00 |
1.388.489.184,00 |
89,58 |
|
2 |
Peralatan dan Mesin |
209.987.380.531,00 |
202.847.528.770,05 |
96,60 |
|
3 |
Gedung dan Bangunan |
261.455.707.771,00 |
232.962.878.105,59 |
89,10 |
|
4 |
Jalan, Irigasi & Jaringan |
184.375.202.898,00 |
178.551.126.080,95 |
96,84 |
|
5 |
Aset Tetap Lainnya |
552.134.268,00 |
529.474.380,00 |
95,90 |
|
6 |
Aset Lainnya |
2.782.759.143,00 |
2.597.940.118,00 |
93,36 |
|
Jumlah |
660.703.184.611,00 |
618.877.436.638,59 |
93,67 |
Rekapitulasi Permasalahan
Hasil pemeriksaan uji petik menunjukkan:
|
Komponen |
Nilai (Rp) |
|
Kelebihan pembayaran (7 OPD) |
871.518.712,86 |
|
Denda keterlambatan belum dipungut (3 OPD) |
1.474.969.067,48 |
|
Jaminan pelaksanaan belum dicairkan (RSUD RAT) |
904.694.700,00 |
|
Total |
3.251.182.480,34 |
|
Dikurangi: Penyetoran ke Kas Daerah |
(846.682.617,44) |
|
Sisa belum ditindaklanjuti |
2.404.499.862,90 |
Rinci per OPD;
|
No |
OPD |
Kelebihan Pembayaran (Rp) |
Denda Belum Dipungut (Rp) |
Jaminan Belum Dicairkan
(Rp) |
Disetor (Rp) |
Sisa Belum Tuntas (Rp) |
|
1 |
Dinas Kesehatan |
61.687.361,36 |
— |
— |
61.687.361,36 |
— |
|
2 |
RSJKO EHD |
96.937.505,00 |
— |
— |
96.937.505,00 |
— |
|
3 |
Dinas ESDM |
20.560.932,60 |
— |
— |
20.560.932,60 |
— |
|
4 |
Dinas Pendidikan |
56.652.536,59 |
— |
— |
56.652.536,59 |
— |
|
5 |
BPSDM |
31.481.500,33 |
— |
— |
31.481.500,33 |
— |
|
6 |
Setda – Biro Umum |
— |
1.377.597,32 |
— |
1.377.597,32 |
— |
|
7 |
RSUD RAT |
44.393.212,55 |
1.467.072.510,30 |
904.694.700,00 |
11.660.559,95 |
2.404.499.862,90 |
|
8 |
DPUPP |
559.805.664,43 |
6.518.959,86 |
— |
566.324.624,29 |
— |
|
Jumlah |
871.518.712,86 |
1.474.969.067,48 |
904.694.700,00 |
846.682.617,44 |
2.404.499.862,90 |
Sebagian besar sisa permasalahan — Rp2.404.499.862,90
— berpusat pada satu paket pekerjaan di RSUD RAT: Pembangunan Gedung
Radioterapi.
Kasus Utama: Wanprestasi Gedung Radioterapi RSUD RAT
Profil Kontrak
Penyedia: PT DIL
Nilai kontrak: Rp18.093.894.000,00
Jangka waktu: 14 Juli 2023 – 25 Desember 2023 (165
hari)
Pengawas: CV JNEC
Pembayaran telah dilakukan: Rp10.206.765.605,00
(56,41%)
Tiga kali addendum: perubahan volume, perpanjangan
waktu 50 hari (s.d. 14 Februari 2024), lalu perpanjangan lagi 40 hari (s.d. 25
Maret 2024) dengan ketentuan denda keterlambatan
Hasil Pemeriksaan & Keterlambatan
Target penyelesaian: 25 Desember 2023 → realisasi
bobot hanya 36,17%
Setelah dua kali perpanjangan hingga 25 Maret 2024:
realisasi bobot hanya 81,86% — belum selesai
PPK telah mengirim 3 surat peringatan dan melaksanakan
rapat pembuktian (SCM), namun laju pekerjaan tidak membaik; penyedia mengakui
kekurangan tenaga kerja
PT DIL dinyatakan wanprestasi — tidak mampu
menyelesaikan pekerjaan meski sudah diberi dua kesempatan perpanjangan
Kerugian Daerah Akibat Wanprestasi
|
Komponen Kerugian |
Nilai (Rp) |
|
Kelebihan pembayaran akibat kekurangan volume |
32.732.652,60 |
|
Denda keterlambatan 90 hari × Rp16.300.805,67/hari |
1.467.072.510,30 |
|
Jaminan pelaksanaan (5% dari nilai kontrak) belum
dicairkan |
904.694.700,00 |
|
Total kerugian daerah |
2.404.499.862,90 |
Dampak
Laporan Realisasi Anggaran tidak mencerminkan kondisi
sebenarnya
Aset diterima tidak sesuai rencana
Alat kesehatan pendukung (direncanakan dipasang di
ruang bunker) belum dapat digunakan karena gedung belum selesai
Masyarakat belum mendapat layanan radioterapi sesuai
jadwal
Penyebab
Kepala OPD terkait kurang optimal mengawasi
pelaksanaan anggaran
PPK & PPTK kurang cermat mengendalikan kontrak
PPK belum mengenakan denda keterlambatan, belum
memutus kontrak, belum mencairkan jaminan pelaksanaan, serta belum mengusulkan
sanksi daftar hitam kepada PT DIL
Rekomendasi BPK
BPK merekomendasikan Gubernur Kepri memerintahkan:
Kepala Seluruh OPD Terkait — Meningkatkan pengawasan
anggaran dan menginstruksikan PPK/PPTK lebih cermat mengendalikan kegiatan;
Direktur RSUD RAT:
Memproses penyetoran kelebihan pembayaran
Rp32.732.652,60 dari PT DIL ke Kas Daerah;
Memproses denda keterlambatan Rp1.467.072.510,30 dan
menyetorkannya;
Memutus kontrak, mencairkan jaminan pelaksanaan
Rp904.694.700,00, dan menyetorkannya;
Mengusulkan sanksi daftar hitam kepada PT DIL sesuai
ketentuan.
Editor Angcelherman
