Jadi Temuan BPK, Bupati Karimun Telah Dengan Sengaja Memberikan Dana Hibah Kepada Instansi Vertikal Dilaksanakan Lebih dari Satu Kali dalam Satu Tahun Anggaran

LPKAPNEWS.COM, KARIMUN - Pemkab Karimun pada TA 2024 menganggarkan Belanja Hibah sebesar Rp 110.965.196.388,48 dengan realisasi sebesar Rp 101.806.619.944,13 atau sebesar 91,75%. Rincian Realisasi Belanja Hibah dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1.5 Anggaran dan Realisasi Belanja Hibah Pemkab Karimun TA 2024                                                                                                                                                   (dalam rupiah)

No

Uraian

Anggaran

Realisasi

Persentase

1

Belanja Hibah kepada Pemerintah Pusat

46.837.171.844,48

45.492.421.996,00

97,13%

2

Belanja Hibah kepada Badan, Lembaga, Organisasi Kemasyarakatan yang Berbadan Hukum Indonesia

55.442.445.989,00

48.011.901.117,13

86,60%

3

Belanja Hibah Dana BOS

71.550.000,00

0,00

0,00%

4

Belanja Hibah Bantuan Keuangan kepada Partai Politik

843.998.555,00

537.523.433,00

63,69%

5

Belanja Hibah Dana BOSP

7.770.030.000,00

7.764.773.398,00

99,93%

Pelaksanaan Belanja Hibah pada Pemkab Karimun diatur melalui Perbup Karimun Nomor 25 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Bupati Karimun Nomor 6 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Karimun Nomor 25 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial. Berdasarkan peraturan tersebut, Pemkab Karimun dapat memberikan hibah kepada Pemerintah Pusat yaitu kepada satuan kerja dari kementerian/lembaga pemerintah non-kementerian yang wilayah kerjanya berada di Kabupaten Karimun.

Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pertanggungjawaban Belanja Hibah diketahui Belanja Hibah kepada Pemerintah Pusat/Instansi Vertikal yang dilaksanakan lebih dari satu kali dalam tahun 2024. Untuk lebih jelasnya, uraian di atas dapat digambarkan dalam tabel di bawah ini.

Tabel 1.6 Instansi Vertikal yang Menerima Hibah Lebih dari Satu Kali pada Tahun 2024

                                                                                                          (dalam rupiah)

No

Instansi

Jumlah Hibah

Realisasi

1

Kepolisian

3

3.681.919.000,00

2

Kejaksaan

6

2.759.219.000,00

3

Tentara Nasional Indonesia

3

1.071.900.000,00

 

Total

12

7.513.038.000,00

Kabid Anggaran BPKAD dan PD pelaksana hibah kepada Instansi Vertikal menjelaskan bahwa proses permohonan belanja dilakukan melalui penyampaian proposal oleh instansi vertikal kepada Bupati selaku Kepala Daerah. Asisten yang membidangi memberikan disposisi kepada PD yang akan ditunjuk sebagai pelaksana untuk menindaklanjuti proposal dimaksud. Proposal hibah instansi vertikal akan diterima seluruhnya, namun dalam pelaksanaannya tidak mempertimbangkan apakah instansi yang mengajukan proposal sebelumnya telah mendapatkan hibah di tahun yang sama. Selanjutnya PD pelaksana mengusulkan proposal tersebut untuk ditampung dalam Rencana Kerja (Renja) PD untuk kemudian diproses penganggarannya melalui pembahasan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan:

a. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2019 tentang                  Pengelolaan Keuangan Daerah pada: 

   1) Pasal 24 Ayat (5) yang menyatakan bahwa pengeluaran daerah           yang dianggarkan dalam APBD sebagaimana dimaksud pada             ayat (3) merupakan rencana pengeluaran daerah sesuai dengan           kepastian tersedianya dana atas penerimaan daerah dalam                   jumlah yang cukup;

   2) Pasal 135 Ayat (1) yang menyatakan bahwa dalam rangka                   manajemen kas, PPKD menerbitkan SPD dengan                                 mempertimbangkan:

       a) Anggaran Kas Pemerintah Daerah;

       b) ketersediaan dana di Kas Umum Daerah; dan

       c) penjadwalan pembayaran pelaksanaan anggaran yang                         tercantum dalam DPA SKPD.

b. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2024 tentang                Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik pada Pasal 2 Ayat (1)      yang menyatakan bahwa DAK Fisik digunakan untuk mendukung      pembangunan/pengadaan sarana prasarana layanan publik daerah;

c. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 110 Tahun 2023              sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 102 Tahun 2024        tentang Indikator Tingkat Kinerja Daerah dan Petunjuk Teknis            Bagian Dana Alokasi Umum yang Ditentukan Penggunaannya          pada Pasal 2 yang menyatakan bahwa bagian DAU yang                    ditentukan penggunaannya terdiri atas:

    1) dukungan penggajian PPPK Daerah;

    2) dukungan pembangunan sarana dan prasarana pemberdayaan            masyarakat di Kelurahan;

    3) dukungan bidang pendidikan;

    4) dukungan bidang kesehatan; dan

    5) dukungan bidang pekerjaan umum.

d. PMK Nomor 204/PMK.07/2022 tentang Pengelolaan Dana                Alokasi Khusus Nonfisik pada Pasal 1 angka (5) yang                        menyatakan bahwa Dana Alokasi Khusus Nonfisik yang                    selanjutnya disebut DAK Nonfisik adalah DAK yang                          dialokasikan untuk membantu operasionalisasi layanan publik            Daerah yang penggunaannya telah ditentukan oleh pemerintah;

e. Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 77 Tahun      2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah            Lampiran Bab II huruf D. 2. e. 5. a) pada:

    1) Angka (1) yang menyatakan bahwa hibah kepada Pemerintah            Pusat diberikan kepada satuan kerja dari kementerian/lembaga          pemerintah nonkementerian yang wilayah kerjanya berada                  dalam daerah yang bersangkutan; dan

   2) Angka (5) yang menyatakan bahwa hibah kepada Pemerintah             Pusat dimaksud hanya dapat diberikan 1 (satu) kali dalam tahun         berkenaan.

f. Perbup Karimun Nomor 25 Tahun 2021 tentang Tata Cara                 Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial sebagaimana telah diubah         terakhir dengan Peraturan Bupati Karimun Nomor 6 Tahun 2022       tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Karimun Nomor 25             Tahun 2021 tentang Tata Cara Pemberian Hibah dan Bantuan             Sosial pada Pasal 6 ayat (1) huruf d yang menyatakan bahwa             Hibah kepada Pemerintah Pusat hanya dapat diberikan 1 (satu)           kali dalam tahun berkenaan.

Kondisi tersebut mengakibatkan:

a. Ketidakmampuan Pemkab Karimun dalam menyelesaikan seluruh      kegiatan belanja dalam tahun berjalan dan kewajiban jangka              pendek dari tahun sebelumnya;

b. Timbulnya kewajiban jangka pendek berupa utang belanja                  sebesar Rp 155.099.158.199,60 yang membebani dan                          mengganggu program kegiatan TA berikutnya; dan

c. Pemkab Karimun tidak dapat melaksanakan kegiatan tahun 2024        yang didanai DAU SG.

Kondisi tersebut disebabkan:

a. Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Ketua TAPD tidak optimal              dalam melakukan rasionalisasi pendapatan dan belanja sesuai            dengan potensi pendapatan dan kemampuan keuangan daerah;

b. BUD belum optimal dalam mengelola manajemen kas daerah            yaitu penerbitan SPD tidak memperhatikan ketersediaan kas; dan

c. BUD kurang cermat dalam membatasi penggunaan dana yang            telah ditetapkan peruntukannya. Atas kondisi tersebut Bupati              Karimun menyatakan sependapat dengan temuan BPK.

BPK merekomendasikan kepada Bupati Karimun agar memerintahkan:

a. Sekretaris Daerah selaku Ketua TAPD untuk menyusun rencana        aksi dalam mengatasi kekurangan dana dan penyelesaian utang          belanja; dan

b. Kepala BPKAD untuk meningkatkan pengendalian penerbitan            SPD dengan memperhatikan ketersediaan kas dan membatasi            penggunaan dana yang ditetapkan peruntukannya.

Bupati Karimun menyatakan sependapat dengan rekomendasi BPK dan akan menindaklanjuti.

Sumber, BPKRI Perwakilan Kepri