Muhammadiyah Menguat di Arab Saudi: Berkembang di 12 Kota Seiring Transformasi Negeri Dua Tanah Suci

LPKAPNEWS.COM, MADINAH – Perkembangan Muhammadiyah di Arab Saudi terus menunjukkan kemajuan melalui berbagai inovasi dan perluasan gerakan. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir,  saat menghadiri Pengukuhan Anggota Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi Periode 2025–2027 di Madinah, Senin (3/11), mengapresiasi tumbuhnya aktivitas dakwah  Muhammadiyah di negara tersebut.

Haedar menilai berkembangnya PCIM sangat penting, mengingat pemerintah Arab Saudi saat ini tengah melakukan berbagai langkah progresif. Karena itu, Muhammadiyah perlu terus menancapkan pijakan kuat sebagai fondasi gerakan dalam berbagai bidang.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Selain menyesuaikan diri dengan aturan dan etika di Arab Saudi, upaya mengusahakan pijakan yang kuat harus dilakukan, karena dari pijakan itulah gerakan akan mampu terus maju,” tutur Haedar.

Ia menambahkan, pijakan tersebut dibangun melalui sistem organisasi yang kokoh dan langkah-langkah berkemajuan. 

“Saya yakin langkah Muhammadiyah akan selalu membawa kebaikan. Percayalah, ketika kita terus menanam kebaikan—meskipun sekecil zarrah—akan banyak yang menerima manfaatnya,” lanjutnya.

Haedar juga berpesan, ketika suatu upaya telah berhasil dan mendapat pengakuan masyarakat, pimpinan dan anggota hendaknya tidak lalai untuk melakukan muhasabah diri agar gerakan tetap berada pada jalur kebaikan dan keteladanan.

Sebelumnya, Ketua PCIM Arab Saudi 2025–2027 Dicky Zulkarnain memaparkan perkembangan dan rencana penguatan organisasi.

PCIM Arab Saudi berdiri pada 2017 dan kini telah berkembang di 12 kota di Arab Saudi. PCIM memiliki dua rumah komunitas yakni Rumah Buya Hamka di Madinah dan Rumah Ahmad Dahlan di Mekah, serta satu mobil operasional hibah dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

“Kami juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia melalui KBRI Riyadh dan Konjen Jeddah, salah satunya dengan memfasilitasi Musyawarah Cabang Istimewa di Wisma KBRI,” jelas Dicky.

PCIM Arab Saudi juga aktif mendukung pelaksanaan KKN Internasional PT Muhammadiyah–‘Aisyiyah, terutama untuk pendampingan keluarga pekerja migran. PCIM memiliki nota kesepahaman kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Prof. HAMKA Jakarta.

Di sektor ekonomi, PCIM mengembangkan unit usaha Handlingmu, yang menangani layanan haji dan umrah bagi biro perjalanan Muhammadiyah maupun umum, dan memiliki prospek pengembangan hingga kepemilikan hotel dan pusat kegiatan ekonomi.

Di akhir acara, PCIM Arab Saudi menerima bantuan hibah dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Magelang, yang diserahkan langsung oleh para rektor masing-masing.

Sumber, Muhammadiyah Or Id