Menekankan Pendekatan Yang Bijak dan Berlandaskan Ilmu dalam Menyikapi Perbedaan Pendapat (Khilafiyah) di Kalangan Umat Islam

LPKAPNEWS.COM - Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Oemar Mita, dan Ustadz Rifky Ja'far Thalib, melalui ceramah mereka, menekankan pendekatan yang bijak dan berlandaskan ilmu dalam menyikapi perbedaan pendapat (khilafiyah) di kalangan umat Islam. Meskipun memiliki gaya penyampaian yang khas, ketiganya sepakat bahwa perbedaan adalah keniscayaan dan harus disikapi dengan akhlak mulia serta wawasan keilmuan yang mendalam.

Berikut adalah rangkuman pendekatan dari masing-masing ustadz:
1. Ustadz Adi Hidayat (UAH)
UAH dikenal dengan pendekatannya yang mendetail dalam mengulas dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadits.
Basis Ilmu: Ia menekankan pentingnya memahami sumber hukum Islam secara komprehensif untuk mengetahui akar perbedaan pendapat di antara para ulama (seperti perbedaan dalam menafsirkan nash).
Manhaj: UAH menjelaskan bahwa manhaj (hal-hal pokok dalam akidah dan ibadah) tidak mungkin berbeda, sedangkan khilafiyah (perbedaan dalam masalah cabang/furu') adalah wajar dan telah ada sejak zaman sahabat.
Sikap Praktis: UAH mendorong umat untuk memilih pendapat yang paling kuat dalilnya (rajih) setelah mengkaji, namun tetap menghormati pendapat lain yang juga memiliki landasan dalil, tanpa merasa paling benar sendiri. Ia juga menyarankan agar perdebatan dilakukan di forum yang tepat seperti MUI jika diperlukan, bukan di ruang publik yang dapat memecah belah umat.
2. Ustadz Oemar Mita (UOM)
UOM seringkali fokus pada aspek kelembutan hati dan akhlak dalam berinteraksi sesama muslim.
Akhlak dan Iman: Beliau mengajarkan bahwa sikap yang baik kepada sesama ahli kiblat (sesama muslim) yang berbeda pendapat adalah bagian dari baiknya iman dan mulianya akhlak.
Cerdas dan Bijak: UOM menekankan kecerdasan dan kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan sebagai tanda kefaqihan (pemahaman agama yang mendalam) seseorang.
Persatuan Hati: Fokus dakwahnya lebih kepada menjaga persatuan hati dan menghindari perpecahan akibat perbedaan furu'iyah. Ia sering mengingatkan agar tidak merasa lebih baik dari orang lain yang berbeda pandangan.
3. Ustadz Rifky Ja'far Thalib (URJT)
URJT dikenal dengan gaya dakwahnya yang lugas dan terstruktur, seringkali menyentuh masalah-masalah kontemporer dan rumah tangga.
Kembali pada Dalil: Meskipun informasi spesifik tentang pandangannya terhadap khilafiyah secara mendalam tidak sebanyak dua ustadz lainnya dalam hasil pencarian, pendekatannya secara umum adalah mengajak umat untuk merujuk kembali pada tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah dalam menyelesaikan setiap persoalan, termasuk perbedaan.
Menyikapi Masalah: Ceramah-ceramahnya sering membahas cara menyikapi masalah dalam berbagai aspek kehidupan (termasuk rumah tangga) dengan solusi Islam, yang secara implisit menunjukkan pentingnya pendekatan ilmiah dan syar'i dalam mengatasi friksi.
Kesimpulan: Ketiga ustadz tersebut, meskipun dengan fokus dan gaya yang sedikit berbeda, mengajarkan hal yang sama: perbedaan pendapat dalam Islam adalah wajar dalam batasan tertentu. Kuncinya adalah ilmu yang mendalam, sikap lapang dada (toleransi), dan akhlak yang mulia untuk menjaga ukhuwah (persaudaraan) umat Islam.

(Redaksi)