MEDAN, LPKAPNEWS – Lembaga Resiliensi Bencana /
Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) PP Muhammadiyah mulai melakukan
pemetaan keamanan dan keselamatan Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Muktamar yang akan berlangsung pada Nopember 2027 mendatang akan menghadirkan
jutaan peserta dan penggembira dari selkuruh tanah air. Untuk itulah, LRB-MDMC
PP Muhammadiyah hadir di Medan untuk melakukan pemetaan keamanan dan
keselamatan.
Terkait untuk pemetaan keamanan dan keselatan itu, Wakil
Ketua LRB – MDMC melakukan audiensi dengan Ketua Panitia Daerah, Prof. Dr.
Agussani MAP, Sabtu (1/10) di kampus UMSU, Jalan Muhtar Basri untuk mendapatkan
arahan dan berbagai informasi terkait dengan pelaksanaan muktamar 49 di Medan.
Pada pertemuan itu hadir Wakil Ketua LRB – MDMC Pusat
Indrayanto didampingi Ketua LRB-MDMC PWM Sumut Dr. dr. Helman Boy, Irsan
Armadai dan Yomi Widiastuti dan Ketua LazisMu Sumut Syahrul Amsari. Sementara
Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani MAP didampingi Wakil Ketua Prof. Dr. Kamal Basri
Siregar, Wakil Sekretaris Mutholib MM, Bendahara Dr. Muhammad Qorib dan
Kabiro Humas Dr. Ribut Priadi.
Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani MAP menjelaskan persiapan
panitia yang sedang dilakukan. Misalnya, pembangunan venue muktamar yang sudah
mencapai 28 persen. Agussani juga menjelaskan berbagai persiapan lain. Untuk
itu, Agussani menegaskan bahwa kunci sukses muktamar adalah : Kolaborasi.
Dalam waktu depat panitia akan mematangkan program berbagai kelompok kerja panitia. Kelompok kerja dan programnya saat ini sedang disusun panitia pusat. Dijelaskan, panitia daerah akan melakukan pemberdayaan potensi yang ada di daerah, seperti potensi yang ada di daerah penyangga, seperti Langkat, Binjai, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebingtinggi, Pematang Siantar dan Simalungun. Selain itu, panitia daerah juga akan melakukan pemberdayaan ribuan relawan yang berasal dari kampus Muhammadiyah.
Penguatan Kelembagaan LRB-MDMC
Pada kesempatan itu Wakil Ketua LRB-MDMC PP Muhammadiyah
Indrayanto melaporkan bahwa pihak sedang melakukan Pelatihan Membangun
Ketangguhan Muhammadiyah Menghadapi Tanggap Darurat Bencana. Pelatihan itu
merupakan bagian dari program Indonesia Siaga, sebuah inisiatif kemitraan
antara MDMC dan Lazismu untuk memperkuat kapasitas dan ketangguhan Muhammadiyah
di tingkat wilayah. Salah satu fokus wilayahnya adalah Sumatera Utara, yang
dinilai memiliki potensi risiko bencana tinggi dan membutuhkan kesiapsiagaan sumber
daya manusia yang kuat.
“Program ini menjadi kewajiban MDMC dan Lazismu untuk
menyiapkan kapasitas sumber daya agar kemampuan teman-teman di tingkat wilayah
maupun daerah semakin baik dan meningkat, demi kepentingan penanggulangan
bencana di wilayah masing-masing,” ujar Indrayanto.
Terkait dengan muktamar 49, Indrayanto, pihaknya mendapat
amanah untuk melakukan pemetaan keamanan dan keselamatan muktamar. Kahadiran
peserta dan penggembiran dalam jumlah banyak tentu membutuhkan konsep dan pola
pengamanan yang terkoordinasi baik. Untuk itulah, LRB-MDMC perlu melakukan
penguatan lembaga di Sumatera Utara.
Indrayanto menyampaikan apresiasi atas berbagai informasi
yang disampaikan Rektor UMSU yang juga ketua panitia daerah terkait dengan
berbagai informasi persiapan muktamar 49.
LRB-MDMC PP Muhammadiyah dalam mapping kondisi daerah,
perlu mendapatkan informasi terkait dengan venua muktamar, hotel dan lokasi
pemukiman penggembira, arena bazar dan pameran, pos-pos kedatangan dan kawasan
wisata.
Kunjungan tim LRB-MDMC PP Muhammadiyah ke kampus
UMSU ditandai dengan melihat dari dekat studio digital UMSU di Lt-3 Kampus
Utama kemudian melakukan dialog interaktif dengan Radio UMSU 91,6 FM,
Sumber, Infomu


