Jadi temuan BPK, Tidak Berfungsi Perbup No. 9 Tahun 2023, Pemkab Karimun Belum Menetapkan PBJT Listrik atas Tiga Perusahaan  

LPKAPNEWS.COM, KARIMUN - Pemkab Karimun menganggarkan penerimaan PBJT Listrik pada TA 2024 sebesar Rp 20.800.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp 20.702.753.318,00 atau 99,53% dari anggaran. Sesuai dengan Perbup Nomor 9 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, objek PBJT Listrik merupakan penjualan, penyerahan dan/atau konsumsi barang dan jasa tertentu yang meliputi salah satunya tenaga listrik.

Dasar pengenaan PBJT Listrik merupakan jumlah yang dibayarkan oleh konsumen atau jasa tertentu yaitu nilai jual tenaga listrik. Nilai jual tenaga listrik termasuk tenaga listrik yang dihasilkan sendiri yang dihitung berdasarkan kapasitas tersedia, tingkat penggunaan listrik, jangka waktu pemakaian listrik dan harga satuan listrik yang berlaku di wilayah Kabupaten Karimun. Tarif PBJT Listrik atas konsumsi Tenaga Listrik yang dihasilkan sendiri ditetapkan 1,5%.

Berdasarkan hasil permintaan data melalui Bapenda kepada tiga perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Kabupaten Karimun diketahui bahwa selama tahun 2024 ketiga perusahaan tersebut menghasilkan sendiri tenaga listrik sebesar 36.135.996 kWh dengan rincian dalam tabel di bawah ini.

Tabel Perusahaan yang Menghasilkan Tenaga Listrik Sendiri                                                                                                                                                         (dalam kWh)   

No

Nama Perusahan

Jumlah Tenaga Listrik Yang Dihasilkan Sendiri

1

PT. OTK

3.789.489

2

PT. TAK

3.350.022

3

PT. SIKY

28.996.485

 

Total

36.135.996

Atas kondisi ini, Bapenda belum dapat menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) PBJT Listrik TA 2024 atas tiga perusahaan tersebut karena belum ada peraturan yang mengatur harga satuan listrik di Kabupaten Karimun.

Sumber, Badan Pemeriksaan Keuangan Kepri