Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Tanjungpinang Menolak Hilangnya Identitas Melayu dalam Pembangunan Pos Gurindam 12

LPKAPNEWS, TANJUNG PINANG - Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Tanjungpinang, Said Ahmad Syukri Als SAS JONI Menyatakan rasa kecewa dan keprihatinan mendalam atas desain bangunan Pos Satpol PP di kawasan Taman Gurindam 12 yang baru saja dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas PUPR.

Bangunan tersebut, sebagaimana terlihat saat ini, tidak mencerminkan identitas dan simbol budaya Melayu. Bentuknya polos dan modern-minimalis, tanpa ada ornamen, motif, ataupun arsitektur khas Melayu. Padahal, kawasan Gurindam 12 adalah ikon budaya, sejarah, dan peradaban Melayu di Tanjungpinang yang seharusnya dijaga marwahnya.

GAMNR menilai hal ini menunjukkan ketidakpekaan Pemprov Kepri terhadap nilai budaya lokal. Pembangunan infrastruktur di kawasan ikonik tidak cukup hanya mengutamakan fungsi, tetapi harus selaras dengan ruh Melayu sebagai identitas daerah.

Oleh karena itu, GAMNR menegaskan sikap:

1. Mendesak Pemprov Kepri untuk merevisi desain Pos Gurindam 12 dengan menambahkan ornamen dan arsitektur Melayu, minimal pada bagian atap, ukiran, dan warna khas.

2. Meminta Pemprov Kepri agar melibatkan Lembaga Adat Melayu (LAM) dan budayawan dalam setiap perencanaan pembangunan di kawasan budaya.

3. Mengingatkan bahwa Gurindam 12 bukan sekadar taman kota, tetapi simbol marwah Melayu yang harus dijaga keaslian dan nuansa budayanya.

Jika hal ini terus dibiarkan, GAMNR khawatir pembangunan berikutnya di kawasan Gurindam 12 akan semakin menjauh dari nilai-nilai budaya Melayu. GAMNR berdiri sebagai suara anak negeri untuk menjaga jati diri dan marwah budaya Melayu di tanah leluhur.

Sumber, Mardy