LPKAPNEWS, MEDAN – Konsul Jenderal Jepang di Medan,
Mr. FURUGORI Toru melakukan kunjungan kehormatan ke Majelis Ulama
Indonesia Sumatera Utara (MUI SU) pada hari Kamis (7/08) Kunjungan
tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan baik antara MUI Sumut dan
masyarakat Jepang serta umat Islam khususnya di Sumatera
Utara. Kunjungan ini juga melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh
Konsul Jenderal Jepang sebelumnya Mr TAKONAI Susumu yang saat ini pindah tugas
ke Surabaya.
Kedatangan Konjen Jepang ditemani oleh Mr. SUZUKI
Yushi (Konsul), Mr. Furunobu Koichi, (Konsul Muda merangkap penterjemah Bahasa
Jepang dan Indonesia)dan Ms. Mariati Sekretaris.
Rombongan Konsulat Jepang diterima dengan hangat oleh
Ketua Umum MUI SU Dr. H. Maratua Simanjuntak, Sekretaris Umum Prof. Dr.
H. Asmuni, MA, Bandahara Umum Drs. H Sotar Nasution, M.HB, Ketua Bidang
Hubungan Luar Negeri & Kerjasama Internasional (HLNKI) KH Akhyar Nasution,
Sekretaris Bidang HLNKI Ahmad Azlisyah, S.Ag, M.Pd dan Kepala Tata Usaha
Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara Muhammad Puadi Harahap, SH.,
M.Pd
Dalam sambutannya Ketua Umum MUI-SU, DR. H. Maratua
Simanjuntak menyambut baik kedatangan Konsul Jepang. MUI-SU, beliau merasa
sangat terbantu dengan bantuan dan kerjasama Konsul Jepang dan Konsul Negara
sahabat lainnya. Maratua Simanjuntak menjelaskan saat ini ada enam agama
yang diakui di Republik Indonesia 1. Islam 2. Kristen Protestan 3. Katolik 4.
Hindu 5. Budha dan 6. Konghucu.
Sebelum menjadi ketua umum MUI-SU Buya Maratua
pernah selama tujuh belas tahun sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama
(FKUB) di Sumatera Utara ke enam umat beragama tersebut dapat hidup rukun dan
damai ujarnya.
Ketua Umum mengatakan bahwa pada tanggal 26 Juli
2025 yang lalu MUI baru saja memperingati Hari Lahirnya yang 50
tahun. Beliau menjelaskan bahwa di Sumatera Utara, Majelis
Ulama mempunyai 33 cabang se Kabupaten dan Kota. Dimana, Ketua
Umumnya dipilih sekali dalam lima tahun melalui musyawarah.
Maratua juga menegaskan tugas pokok MUI ada
dua. Pertama صادق الحكومة mitra pemerintah dan Kedua حماية
الأمة penjaga umat.
MUI-SU juga menyiapkan kader Ulama dengan membuka
beasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama selama tiga tahun dan setelah itu
mereka melanjutkan pendidikannya ke Universitas Al-Washliyah (UNIVA) untuk
mengambil gelar sarjana strata satu. Semua mahasiswa diasramakan katanya.
Pada pertemuan ini Konsul Jenderal Jepang Mr. FURUGORI
Toru mengucapkan salam hormat. Beliau baru bertugas sekitar dua bulan di
Medan.
Menurutnya MUI merupakan penyelaras antara Islam dan
negara di Indonesia. Mr. Toru menjelaskan saat ini Negara Jepang
mengalami penurunan angka kelahiran. Oleh sebab itu mereka sangat mengharapkan
Negara sahabat dapat bekerja di Jepang. Konsul Jendral juga mengatakan
perkembangan Agama Islam dan masjid saat ini sangat baik di Jepang. Ada sekitar
200.000 muslim sekarang ini ucapnya Wisata dan kuliner halal juga
berkembang pesat. Indonesia sudah berpartisipasi dengan menyediakan gedung dan
makanan halal di sana ujarnya lagi.
Kedutaan Jepang juga sudah pernah mengundang para tokoh
agama dan pemuda dari berbagai ormas Islam untuk berkunjung ke Jepang.
Mr FURUGORI mengatakan meskipun mayoritas bangsa Jepang
bukan beragama Islam, namun mereka sangat mengedepankan kejujuran, disiplin dan
kebersihan. Meskipun berbeda agama, masyarakatnya bisa menyamakan visi dan misi
untuk kebaikan dan kemajuan negara katanya.
Dalam pertemuan tersebut MUI SU dan Konsul Jepang juga
membahas tentang peluang kerjasama. Hal ini disambut baik oleh ketua Umum
MUI-SU. Untuk kelanjutannya silakan dibicarakan dengan Ketua Bidang HLNKI KH
Akhyar Nasution, ujar Maratua.
Di sela pembicaraan, kedua pihak juga membahas
masalah korupsi dan kebersihan di Indonesia. Menurut Prof DR. H Asmuni
Sekretaris Umum MUI-SU meskipun dalam setiap kesempatan khutbah, pengajian dan
acara tokoh agama dan pemerintah selalu mengingatkan hal tersebut. Namun sangat
disayangkan hal ini masih sering terjadi dan masalah kebersihan belum
terlaksana sepenuhnya ujarnya.
Pertemuan yang berlangsung sekitar empat puluh menit
diakhiri dengan bertukar cendramata dan photo bersama
Sumber, Infomu