LPKAPNEWS, KAIRO MESIR – Ketua Majelis Tarjih
dan Tajdid PW Muhammadiyah Sumatera Utara yang juga Kepala Observatorium
Ilmu Falak (OIF) UMSU Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar MA menjelaskan
seputar Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) di PCIM Mesir di Kairo.
Penjelasan itu diampaikan dalam satu wawancara khusus dengan jurnalis media
PCIM usai berlangsungnya Mudzakarah Ilmiah di Gedung Dakwah Muhammadiyah PCIM
Mesir.
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah Sumut Dr.Arwin Juli Rakhmadi Butar butar MA berada di Mesir berama delegasi Muhammadiyah Sumut dan UMSU untuk kunjungan, penjajakan dan penandatangan kerjasama di Mesir dan Turkey. Kunjungan berlangsung 27/8 sampai 5/8 kemarin.
Bersamaan dengan muhibbah delegasi Muhammadiyah dan UMSU ke Mesir berlangsung kegiatan Muazakarah ilmiah yang dihadiri delegasi Sumatera Utara dan anggota PCIM Mesir. Mudzakarah menghadirkan dua pemateri yakni Syech Uwaidhah Utsman yang menyampaikan topik Wasathiyah Islam. Syech Uwaidhah Utsman adalah Sekretaris Fatwa di Dar a-Ifta’ Mesir dan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMSU Dr. Muhammad Qorib MA dengan judul : Muhammadiyahnas Midle Path Movement.
Arwin kemudian menjelaskan bahwa, Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk mensosialisasikan keputusan terkait dengan KHGT itu baik terkait dengan ilmu pengetahuan atau scientific maupun terkait dengan Syar’i atau Ke-Islaman.” KHGT adalah tuntutan peradaban, sehingga ini merupakan sumbangan peradaban dari Muhammadiyah untuk dunia Islam,” jelas Arwin. Untuk itulah, semua warga persyarikatan, khususnya mereka yang memiliki kemampuan untuk menjelaskannya secara baik kepada masyarakat.Ariwin juga mengingatkan dalam mengkomuinikasikan KHGT
maka peran diaspora Muhammadiyan yang berada di berbagai belahan dunia
diharapkan dapat mengambil peran menjadi komunikator guna mempercepat pemahaman
dan peluasan KHGT itu karena diaspora Muhammadiyah yang juga adalah mahasiswa
itu memiliki daya paham dan komunikasi yang tinggi. Dan para diaspora itu
menjadi pilar utama untuk menyebarkan atau mendesiminasikannya ke dunia
internasional. PCIM menjadi kunci dari penyebaran KHGT di seluruh dunia.
” Cepat atau lambat, KHGT diharapkan dapat diterima di berbagai negara Islam,”
harap Arwin.
Muhammadiyah saat ini memiliki 30 PCIM di seluruh dunia
sehingga penyebaran keputusan KHGT dapat menyebar lebih cepat, harap Arwin yang
juga adalah Kepala Program Strudi Ilmu Falak di UMSU.
Sumber, Infomu