LPKAPNEWS.COM, CIREBON – Hal itu disampaikan Haedar pada Sabtu (29/6) dalam
Resepsi Milad ke-115 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah
Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cirebon di Komplek Perguruan Muhammadiyah, Kab.
Cirebon.
Terkait dengan isu yang ramai berkembang di media massa tentang Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir berharap media massa bersifat positif dan konstruktif untuk mencerdaskan bangsa.
“Jangan masalah-masalah yang berkembang, yang
tidak dari sumber utamanya – soal tambang, soal perbankan lalu digoreng menurut
kehendak media sendiri, yang sebenarnya kami biasa-biasa saja, yang sebenarnya
kami tidak pernah berperkara dengan pihak dan siapapun,” kata Haedar.
Haedar menjelaskan, sikap-sikap kritis yang diambil oleh Muhammadiyah itu semuanya berlandaskan pada prinsip-prinsip keadilan dan korektif, baik ke dalam dan keluar yang dilakukan secara bijaksana.
Prinsip-prinsip yang diambil Muhammadiyah itu
sebagaimana yang tertuang pada poin kesepuluh Kepribadian Muhammadiyah. Oleh
karena itu, dia mengajak media massa untuk membangun bangsa ini, dan menghargai
seluruh kekuatan masyarakat dengan penghargaan secara elegan dan kesatria.
Termasuk para pelaku dan penggerak media
sosial, Haedar meminta supaya tidak hanya sekadar mengejar viralitas dan rating
dengan menggoreng isu yang tidak berasal dari sumber utamanya.
Terkait dengan langkah-langkah yang diambil
oleh Muhammadiyah, kata Haedar, Muhammadiyah biasa bergerak di berbagai bidang
seperti sekolah, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Dan setiap gerakan
Muhammadiyah selalu mengedepankan good government.
“Bahkan kami berkhidmat untuk kebesaran
organisasi bagi kemajuan umat dan bangsa. Jadi kami berharap bahwa, kami
Muhammadiyah bisa bergerak di lapangan apapun sesuai dengan kadar pergerakan
kami, pilihan-pilihan kami, tanggung jawab kami, kebesaran dan kemampuan kami,
marwah dan harkat martabat kami,” katanya.
“Bahkan lebih dari itu kami akan tetap
positif, profesional, kami akan berbuat yang terbaik sehingga kami tidak akan
menimbulkan masalah apalagi mafsadat bagi kehidupan umat dan bangsa. Itu
jaminan kami Muhammadiyah, untuk umat, bangsa dan negara,” imbuhnya.
Sementara, terkait sikap diamnya Muhammadiyah
semata karena tidak ingin larut dalam kegaduhan. Sebab dia memandang bangsa ini
tidak akan maju, jika media massa dan sosial hanya mengejar untuk kepentingan
kelompok tapi mengorbankan kepentingan yang lebih luas.
“Kita harus berani meredam ego kepentingan
kita, bahkan Muhammadiyah pun bersedia seperti itu,” tuturnya.
Memajukan Indonesia dalam pandangan Haedar
bisa dilakukan oleh semua komponen bangsa bergerak bersama untuk mencerdaskan
rakyat, serta adanya elit atau pemimpin yang cerdas dan berintegritas.
“Media massa juga punya tanggung jawab besar
untuk mencerdaskan. Kami ajak mari mencerdaskan kehidupan bangsa, dan lebih
dari itu kita bangun sistem kebangsaan ini menjadi lebih baik,” ajak Haedar.
Tugas mencerdaskan juga menjadi tanggung
jawab para elit, oleh karena itu rakyat jangan terjebak pada popularitas
pemimpin yang sifatnya artificial. Melainkan harus bisa menemukan pemimpin
populis yang benar-benar untuk kepentingan rakyat, (Muh.or.id).
