Penajga Moral Bangsa
LPKAPNEWS.COM - Nama Amin Rais dan Din Syamsuddin belakangan ini, lagi ramai dalam diskursus di jagat medsos.
Pak Amin diramaikan dengan pernyataannya terkait hubungan Seskab dan Presiden. Lalu pak Din, juga ramai setelah disebutkan memimpin sejumlah Ormas untuk melaporkan oknum pemotongan terhadap video ceramah pak JK di UGM.
Tentu kedua tokoh ini, tidaklah asing bagi anak bangsa, keduanya adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah di masanya masing-masing. Keduanya juga dikenal konsisten dan istiqomah, seirama antara perkataan dan perbuatan. Meskipun begitu, tetap keduanya tak lepas dari fitnah para pakar medsos.
Meskipun demikian, ada perbedaan pendekatan kedua tokoh ini dalam menjalankan aksi kritisnya. Jika pak Amin Rais terlihat lebih frontal, retoris, dan politis, maka pak Din Syamsuddin lebih diplomatis, akademik, dan dialogis.
Pak Amin Rais dikenal sangat konsisten dalam sikap oposisinya sejak Orde baru. Semua Presiden (kecuali orde lama) tidak lepas dari kritikan tokoh reformasi 1998 ini. Bahkan cenderung konfrontatif.
Sementara pak Din Syamsuddin cenderung lebih soft dibanding pak Amin Rais, tetapi dalam beberapa momen politik nasional, pak Din juga menunjukkan sikap tegas yang membuatnya dianggap masuk dalam arus oposisi.
Kedua tokoh ini, bisa diposisikan sebagai aktor moral dalam sistem politik yang tidak selalu ideal seperti saat ini. Amin Rais dan Din Syamsuddin adalah representasi moral force yaitu kekuatan etik yang berfungsi mengoreksi arah kebijakan negara.
Kehadiran Amin Rais dan Din Syamsuddin menjadi penting dalam ekosistem demokrasi kita saat ini, guna memperkuat dimensi non-struktural seperti tekanan moral, opini publik, dan kontrol sosial.
Narasumber, FERY Ketua MPKSDI PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah.

