Melalui Manhaj Tarjih Muhammadiyah Kejayaan Peradaban Islam dapat Diraih Kembali

LPKAPNEWS.COM, PALEM,BANG – Melalui pemahaman keislaman yang otentik dengan tinjauan Manhaj Tarjih Muhammadiyah, diharapkan mengembalikan kejayaan peradaban Islam seperti yang terjadi pada abad pertengahan.

Harapan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim pada Rabu malam (4/2) dalam Pelatihan Kader Tarjih Nasional Bagian Barat dan Tabligh Akbar Milad ke-113 Muhammadiyah di Gedung PWM Sumsel.

Islam bagi Muhammadiyah merupakan agama utuh yang mengatur manusia dari hidup sampai meninggal. Islam yang kaffah ini menurutnya masih memerlukan agen untuk menjelaskan ke seluruh umat manusia.

Oleh karena itu, melalui pelatihan kader tarjih ini diharapkan para peserta menjadi agen yang menyebarkan nilai-nilai Islam serta mampu menjawab segala persoalan yang dihadapi oleh manusia dan umat Islam pada khususnya.

“Pemahaman Islam di Muhammadiyah begitu sempurna – otentik. Dengan pelatihan ini bisa menghasilkan ulama-ulama Tarjih yang memahami ini itu, hingga memajukan,” katanya.

Diharapkan melalui Manhaj Tarjih Muhammadiyah dalam memahami Islam mampu menjadikan umat ini maju atau lebih unggul dibandingkan dengan umat yang lain. Pasalnya, kejayaan peradaban Islam pernah terukir sebelumnya.

Lebih universal, Kiai Saad menyebut, kemajuan yang diwujudkan dengan nilai-nilai Islam ini manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh umat Islam itu sendiri, melainkan juga umat yang lain dan seluruh alam.

“Seperti diketahui bahwa kita pernah mengalami masa kejayaan yang sering disebut dengan pengungkapan The Golden Age of Muslim History,” ungkapnya.

Jejak kejayaan peradaban Islam dapat dirasakan sampai sekarang – dengan kemajuan yang dicapai oleh Barat. Sulit dipungkiri bahwa kemajuan yang didapatkan Barat sekarang memiliki utang budi pada peradaban Islam.

Akan tetapi yang disayangkan adalah Barat mengambil kemajuan dari sisi keilmuan – yang berlepas dari nilai-nilai teologis atau keTuhanan. Hal itu menyebabkan kerapuhan pada akhlak dan laku hidup yang lepas kendali.

Selain itu, kemajuan ilmu tanpa didasari nilai-nilai keTuhanan menimbulkan kepongahan. Manusia menjadi pusat segalanya, sehingga dengan bebas menyalahgunakan kekuatan pengetahuan untuk menindas bangsa lain.

Sumber, muhammadiyah.or.id