LPKAPNEWS.COM, TANJUNG PINANG - Harga daging di Tanjung Pinang kembali merangkak naik, seiring menipisnya pasokan menjelang perayaan Natal dan Tahun baru, ini terbukti sejumlah pasar tradisional harga ayam potong bahkan menembus 60.000 per kilo. kondisi ini menuai keluhan masyarakat karena dinilai minim intervensi dari Pemerintah Kota (Pemko) Tanjung Pinang, sehingga dikhawatirkan memicu lonjakan inflasi daerah.
Hal tersebut dibuktikan sejumlah pedagang mengungkapkan kenaikan harga sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu, selain harga yang terus naik stok ayam di pasar juga semakin terbatas.
Tingginya permintaan menjelang hari raya besar keagamaan disebut sebagai penyebab utama menipisnya pasokan.
Biasanya kami bisa menjual sekitar 100 kilo per hari sekarang justru di bawah 50 kilo karena stok memang menipis ujar salah seorang penjual daging di pasar tradisional Tanjung Pinang.
Kondisi serupa juga terjadi pada beberapa atau sejumlah bahan pokok lainnya seperti bawang putih saat ini dijual dengan harga mencapai 48.000 per kilo sementara bawang Birma berkisar sekitar 38.000 per kilo sayur mayur seperti wortel turut mengalami kenaikan signifikan dari harga normal 18.000 per kilo melonjak menjadi 38.000 per kilo .
Bahkan bawang Jawa dilaporkan mengalami kekosongan total di pasar.
Di tengah kondisi tersebut sebuah unggahan di media Facebook menyebutkan Pemko Tanjungpinang membuka pasar murah dengan harga standar.
Namun pasar murah itu merupakan hanya berlangsung selama satu hari, kebijakan kan ini justru memicu komentar sinis dari masyarakat"yang kami butuhkan bukan itu tulis salah seorang warga dalam komentar Facebook melainkan langkah tersebut tidak menyentuh akar permasalahan/persoalan.
Masyarakat menilai persoalan permasalahan kenaikan harga bahan baku menjelang hari besar seharusnya sudah diantisipasi sejak dini hari.
Walikota Tanjungpinang diharapkan turun langsung melakukan infeksi pasar bersama Satgas pangan dan seluruh forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) dikenakan kondisi ini merupakan persoalan yang bersifat rutin dan terjadwal setiap tahunnya.
Selain itu Pemko juga diminta lebih aktif memantau lalu lintas distribusi komoditas dengan pihak Bea Cukai dan pelindung guna memastikan kelancaran pasokan pertanian peternakan nelayan dan perdagangan ini dinilai perlu dilibatkan secara rutin dalam forum bersama pemerintah untuk menyusun program aksi nyata jaga stabilitas harga dan kesediaan pangan.
Di tengah tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok beredar bola isur rencana kenaikan fakir pada tahun 2002 2006 tarif parkir kendaraan bermotor disebutkan akan naik menjadi Rp 2000 dari awalnya Rp 1000 sementara kendaraan roda empat Rp 4.000 dari awal Rp 2.000 wajahnya ini dinilai akan semakin membebankan masyarakat yang saat ini sudah tertekan oleh maaf harga Bahan pokok sehari-hari.
Masyarakat berharap Pemko Tanjungpinang lebih peka dan hadir secara nyata dalam mengendalikan harga serta menjaga daya beli warga terutama menjelang momen hari besar agama Natal dan peringatan tahun baru (NATARU).
Sumber, Mardy