Kenyamanan Non - Muslim Mengenyam Pendidikan di Muhammadiyah

LPKAPNEWS.COM - Beberapa kampus Muhammadiyah telah berhasil diterima dan berkembang pesat di daerah yang mayoritas penduduknya non-Muslim, terutama di Indonesia bagian timur.

Kampus-kampus ini bahkan sering dijuluki sebagai "Kampus Kristen Muhammadiyah" (Krismuha) karena mayoritas mahasiswanya beragama Kristen atau Katolik, terkadang mencapai 70-90%.
Berikut adalah beberapa contoh kampus Muhammadiyah yang diterima dan berkembang di daerah mayoritas non-Muslim:
Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong Di Papua Barat, sekitar 70 persen mahasiswa di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong adalah non-Muslim.
Universitas Muhammadiyah Sorong Ini juga merupakan salah satu kampus di mana mahasiswa non-Muslim menjadi mayoritas.
Perguruan Tinggi Muhammadiyah di daerah lain Kampus-kampus "Krismuha" serupa tersebar di beberapa provinsi lain yang berpenduduk mayoritas non-Muslim, seperti beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Utara.
Keberhasilan ini menunjukkan sikap inklusif Muhammadiyah dalam menyediakan akses pendidikan untuk semua kalangan tanpa memandang latar belakang agama. Mahasiswa non-Muslim di kampus-kampus ini tidak dipaksa mengikuti ajaran Islam, namun diberikan kebebasan untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing, sementara materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) disesuaikan dengan pendekatan yang toleran.
(Redaksi)