LPKAPNEWS, KAIRO – Internasionalisasi Muhammadiyah
terus bergulir di banyak negara. Perkembangan PCIM di 30 kawasan di dunia
menjadi bagian dari program internasionalisasi diputuskan pada Muktamar ke-48
di Surakarta. Program internasionalisasi itulah yang kemudian dilakukan secara
bersama oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara bersama Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dengan mengirim delegasi untuk berkunjung ke
KBRI di Mesir, Kairo. Kunjungan berlangsung, Senin (28/7) kemarin.
Delegasi dakwah Muhammadiyah Sumut dan UMSU
berlangsung selama 8 hari di Mesir dan Turkey. Selama lawatan itu akan
berlangsung beberapa even penting, seperti penandatangan kerjasama UMSU dengan
beberapa Universitas di Mesir dan Turkey juga akan akan berlangsung diskusi
intensif dangan beberapa PCIM di Mesir dan Turkey.
Delegasi Muhammadiyah Sumatera Utara dipimpin oleh Ketua
PWM Sumatera Utara Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution MA dan Wakil Rektor
III UMSU Dr. Rudianto MSi. Ikut membersamai, wakil ketua PWM Sumut : Prof.
Dr. Kamal Basri Siregar, Prof, Dr. Ali Imran, Dr. Sulidar MA, Mahmud Yunus
Daulay MA, Mario Kasduri MA, Dr. Hasrat Effendi Samosir. Kemudian Sekretaris
dan Wakil : Irwan Syahputra MA dan Mutholib MM serta Bendahara PWM Dr. Muhammad
Qorib.
Sedangkan dari dekanat UMSU ikut serta Dekan
Fakultas Hukum Dr. Faisal, Dr. Januri, Dekan Fisip Dr. Arifin Saleh Siregar dan
Dr. Munawar AlFansury Siregar dan Delan FAI Dr. Muhammad Qorib, Kepala OIF UMSU
Dr. Arwin Juli Rahmadi Butar-butar MA, dan tim Kerjasama Internasional UMSU
Muhammad Shareza Hafiz dan Muhammad Rafii.
Kunjungan ke KBRI di Kairo Mesir, delegasi Muhammadiyah
Sumatera Utara diterima oleh Dubes Lutfi Rauf, diplomat senior yang sudah
bekerja selama 40 tahun di Kementerian Luar Negeri dan 4 tahun di Mesir. Lutfi
Rauf di dampingin Atase Pendidikan dan Kebudayaan Abdul Muta’ali Ph.D.
Lutfi Rauf menerima hangat kunjungan Muhammadiyah
Sumatera Utara dan UMSU. ” Saya merasa sangat tersanjungan dengan kunjungan
ini. Saya sangat memahami peran Muhammadiyah bersama pemerintah dalam membangun
kehidupan berbangsa yang lebih baik. Muhammadiyah memiliki peran yang sangat
strategis dalam membangun pergaulan internasional,” kata Lutfi.
Demikian juga dengan kehadiran Wakil Rektor III UMSU di
Kairo, Lutfi Rauf berharap dapat membangun kerjasama strategis dengan berbagai
universitas ternama di Mesir, seperti Al-Azhar dan yang lain. Mesir memiliki
Fakultas Kedokteran ternama yang dapat dikerjasamakan,” kata dubes RI di Mesir
itu. Jelas Lutfi Rauf, mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir saat ini mencapai
20.000 orang. Ini satu jumlah yang sangat besar. Hingga hubungan Indonesia –
Mesir, harus dirawat dengan baik. Maka kunjungan UMSU ke Mesir diharapkan dapat
mendorong peningkatan kualitas sumber daya di UMSU lebih baik.
Kerjasama Internasional
Wakil Rektor III UMSU Dr. Rudianto MSi memberi apresiasi
pada sambutan Dubes RI Lutfi Rauf yang demikian hangat menyambut delegasi
Muhammadiyah Sumut dan UMSU di kantor kedutaan. Lutfi Rauf telah memberikan
gambar terkait peran Indonesia dalam peta politik global, termasuk seperti apa
peran Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina untuk merdeka.
Dr. Rudianto pada paparannya di depan Dubes RI di Mesir
itu, menjelaskan potensi dan perkembangan UMSU saat ini yang sudah
terakreditasi unggul dan sedang mempersiapkan akreditasi internasional.
“Kunjungan UMSU ke Mesir juga terkait dengan penjajakan dilakukannya
kerjasama internasional dengan perguruan tinggi besar yang ada di Mesir, salah
satunya terkait dengan kerjasama Fakultas Kedokteran.
UMSU adalah satu dari 172 PTMA yang terakreditas unggul
dengan 9 Fakuktas dan 48 program studi dan 13 juga sudah terakreditasi unggul.
Jumlah mahasiswa UMSU saat ini, jelas Rudianto mencapai 21.000. ” Yang menarik,
jumlah mahasiswa asing yang kuliah cukup banyak dengan sabaran negara yang
luas,” terang Rudianto.
Rudianto juga menyebut, Mesir menjadi salah satu negara
yang akan menjadi lokasi KKN dan Magang Internasiona, Riset dan Pengabdian.
UMSU akan mengkaji untuk membangun kerjasama yang lebih besar ke Mesir setelah
kawasan Asia Tenggara, Arab Saudi dan beberapa negara lainnya.
Peran Mesir dalam Perjuangan Palestina
Sementara itu, Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara, Prof.
Dr. Hasyimsyah Nasuiton MA memujikan peran yang dilakukan kedubesar RI di
Mesir dalam ikut menjadi bagian dalam membantu perjuangan rakyat Palestina
dalam merebut kemerdekaannya. ” Mesir menjadi pintu masuk terdekan untuk masuk
ke Palestina melalui jalur Rafah.
Muhammadiyah lewat LazisMu dan MDMC terus memainkan peran
penting dalam membantu perjuangan Palestina dengan mengirimkan bantuan bahan
makanan dan logistik. Hasyimsyah berharap dukungan Muhammadiyah melalui
LazisMu dapat terus dilakukan bersama kedutaan besar di Mesir, harap
Hasyimsyah.
Hasyimsyah juga menjelaskan Mesir memiliki pengaruh yang
sangat kuat terhadap keberagamaan di Indonesia. Banyak alumni Mesir yang kini
menjadi bagian penting dari proses keberagamaan di Indonesia termasuk di
Muhammadiyah. ” Untuk itulah kita harus merawat hubungan bilateran dan
kerjasama menjadi lebih baik. UMSU dalam hal ini diharapkan dapat memanfaat
peluang kerjasama itu,” jelas Hasyimsyah.
Pertemuan delegasi Muhammadiyah Sumatera Utara dan UMSU
di Kedutaan Besar RI di Kairo itu ditandai dengan berlangsungnya perturan
cinderama mata.
Editor, Angcel
Sumber, Infomu




