LPKAPNEWS, YOGYAKARTA – Pelajar yang menjadi siswa
di sekolah Muhammadiyah harus bangga dan percaya diri menyebut dirinya berasal
dari sekolah Muhammadiyah, dan percaya diri sebagai kader Muhammadiyah di
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Pesan semangat percaya diri bagi siswa sekolah
Muhammadiyah ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah,
Haedar Nashir pada Senin (21/7) dalam agenda “Pak Ketum Menyapa” Menyambut
Tahun Pelajaran Baru 2025/2026 yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen PNF
PP Muhammadiyah.
Memberikan semangat pada peserta didik baru, Haedar
mengatakan, bahwa semua siswa di sekolah-sekolah Muhammadiyah, maupun santri di
pesantren Muhammadiyah otomatis menjadi kader atau anggota ‘kecil dan muda’
Persyarikatan Muhammadiyah.
Oleh karena itu, ketika bermasyarakat siswa maupun santri
dari lembaga pendidikan Muhammadiyah harus percaya diri mengatakan nama sekolah
atau pondok pesantren Muhammadiyah tempatnya belajar.
“Jadi kalian harus bisa mengatakan bahwa, saya sekolah di
sekolah Muhammadiyah. Saya IPM. Jadi semua harus punya kebangaan,” tutur Haedar
ke saat berinteraksi tanya jawab dengan murid SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan
Metro.
Haedar juga berpesan jika ingin menjadi kader
Muhammadiyah sejati, peserta didik jika diajak berkegiatan di Muhammadiyah
maupun ‘Aisyiyah oleh orang tua atau lingkungan harus mau. Bukan malah
beralasan lain, dan jatuhnya pada kegiatan yang sia-sia.
“Menjadi kader Muhammadiyah itu menyenangkan, lo. Tidak
menyeramkan,” tutur Haedar Nashir.
Selain itu, ketika menjawab pertanyaan tentang bagaimana
cara memanajemen waktu supaya menjadi siswa atau santri Muhammadiyah yang
berprestasi, Haedar menyampaikan supaya mengikuti Tujuh Kebiasaan Anak
Indonesia Hebat yang dirilis oleh Kemendikdasmen RI.
Tujuh kebiasaan tersebut seperti biasa bangun pagi,
beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat,
dan tidur cepat. Ketujuh hal itu jika dilakukan dengan baik dan niat ikhlas
maka cita-cita menjadi siswa atau santri Muhammadiyah berprestasi akan dapat
dicapai.
Editor, Angcel
Sumber, Muhammadiyah Or Id
