Pengelolaan Kas di Bendahara Pengeluaran Belum Tertib, Pemerintah Kota Padang pada Tahun 2024 menyajikan saldo Kas pada Neraca
LPKAPNEWS.COM, PADANG
— Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Barat menemukan dua
masalah besar dalam pengelolaan kas di Pemerintah Kota Padang Tahun 2024:
pencairan belanja langsung (LS) bukan ke rekening pihak ketiga melainkan ke
rekening bendahara pada 43 SKPD senilai Rp141,29 miliar, serta pencairan
langsung ke rekening pribadi PPTK/staf pada 10 SKPD minimal Rp985,8 juta. Kedua
praktik melanggar aturan perbendaharaan dan meningkatkan risiko penyalahgunaan
dana. Pihak terkait menyatakan sepakat dan akan memperbaiki mekanisme, Minggu
18 Oktober 2026.
A. Gambaran
Posisi Kas
|
Uraian |
31 Des 2024 (Rp) |
31 Des 2023 (Rp) |
|
Kas di Kas
Daerah |
126.554.886.518,25 |
45.844.960.190,13 |
|
Kas di BLUD |
4.757.710.926,46 |
11.570.388.246,99 |
|
Kas di
Bendahara Pengeluaran |
0,00 |
80.655.823,73 |
|
Kas di
Bendahara Penerimaan |
1.771.000,00 |
8.731.000,00 |
|
Kas BOS |
418.872.247,00 |
447.383.745,00 |
|
Kas BOK |
4.265.994.986,00 |
2.208.390.947,00 |
B. Temuan Utama
1. SP2D-LS
Selain Gaji Ditransfer ke Rekening Bendahara — Rp141.293.606.544
Aturan: Belanja
Langsung (LS) wajib ditransfer langsung dari RKUD ke rekening pihak
ketiga/penyedia, bukan melalui rekening bendahara — kecuali gaji dan tunjangan.
Fakta: Pada 43
SKPD, dana LS (hibah, bansos, honorarium, insentif guru, dll.) dialihkan ke
rekening Bendahara Pengeluaran/Bendahara Pengeluaran Pembantu, baru kemudian
disalurkan.
Alasan yang dikemukakan:
Kesepakatan internal BPKAD–SKPD untuk pembayaran dengan banyak penerima, tanpa
bukti dokumen tertulis.
Risiko: Dana
tidak langsung sampai ke penerima; terbuka peluang pemotongan, penundaan, atau
penyalahgunaan di perantara.
2. Pencairan ke
Rekening Pribadi PPTK & Staf — Rp985.804.654
|
No |
SKPD |
Jumlah (Rp) |
|
1 |
Dinas
Lingkungan Hidup |
33.087.500 |
|
2 |
BPKAD |
24.477.660 |
|
3 |
Dinas
Perumahan & Permukiman |
505.408.344 |
|
4 |
Dinas
Pertanian |
217.407.750 |
|
5 |
Kecamatan
Nanggalo |
7.422.800 |
|
6 |
Kecamatan
Koto Tangah |
8.198.000 |
|
7 |
Kecamatan
Pauh |
10.393.437 |
|
8 |
RSUD dr.
Rasidin |
12.016.000 |
|
9 |
Sekretariat
Daerah |
68.697.871 |
|
10 |
Dinas
Perhubungan |
98.695.292 |
|
TOTAL |
Rp985.804.654 |
Pola
pelanggaran:
PPTK/staf
membiayai kegiatan lebih dulu dengan uang pribadi ("talangan").
Setelah
selesai, Bendahara mencairkan penggantian biaya langsung ke rekening pribadi
PPTK/staf — bukan ke rekening pihak ketiga yang sebenarnya menerima
barang/jasa.
Rekening
pribadi belum ditetapkan dengan Keputusan Wali Kota; uang negara bercampur keuangan
pribadi.
Tidak ada
pembukuan terpisah; tidak dapat diverifikasi apakah jumlah yang masuk sama
dengan yang dibayarkan ke pihak ketiga.
Pembayaran
akhir kepada penyedia/penerima dilakukan tunai tanpa jejak transfer.
Belum ada
petunjuk teknis pelaksanaan TNT yang dipedomani secara menyeluruh.
C. Dasar
Ketidaksesuaian
Permendagri No.
77/2020 — LS wajib langsung ke rekening pihak ketiga; Bendahara wajib
memelihara buku kas secara tertib.
SE Mendagri No.
910/1867/SJ — Seluruh pengeluaran daerah wajib non-tunai paling lambat 1
Januari 2018.
SE Sekda Kota
Padang No. 900.1/415/BPKAD-PDG/2023 — Pengeluaran harus ke rekening penerima
yang sah; pengecualian terbatas dan wajib lewat rekening kepanitiaan SKPD,
bukan rekening pribadi.
Akibat: Risiko
tinggi penyalahgunaan, pencatatan tidak akurat, dan hilangnya jejak audit
aliran dana.
D. Rekomendasi
BPK
Wali Kota
diperintahkan agar:
Kepala SKPD
terkait:
Hentikan
pencairan ke rekening pribadi PPTK/staf segera;
Tegakkan
mekanisme LS langsung ke rekening pihak ketiga;
Tetapkan
rekening kepanitiaan resmi jika diperlukan, bukan rekening pribadi;
Perkuat
pengawasan & pembukuan.
Kepala
BPKAD/Kuasa BUD:
Perketat
verifikasi sebelum mencairkan SP2D; blokir LS yang dialihkan ke bendahara
kecuali gaji;
Sempurnakan
& sosialisasikan pedoman TNT ke seluruh SKPD;
Tidak akui
"kesepakatan lisan" — prosedur tertib harus tertulis & disahkan.
LENGKAP —
DAFTAR SELURUH TEMUAN BPK KOTA PADANG TA 2024
|
No |
Temuan |
Nilai Terlibat (Rp) |
Tindakan Diperlukan |
|
1 |
Pengelolaan
Dana BOS |
458.603.140 |
Tarik/perbaiki |
|
2 |
Pengadaan
genset RSUD dr. Rasidin |
785.092.993 |
Tarik/perbaiki |
|
3 |
BLP Jasa
Konsultansi — 3 SKPD |
173.687.275 |
Tarik/perbaiki |
|
4 |
Kekurangan
Volume RKB — Dinas Pendidikan |
70.092.320 |
Tarik/perbaiki |
|
5 |
Belanja Modal
Jalan — 4 SKPD |
1.214.481.469 |
Tarik/perbaiki |
|
— |
Swakelola
Lubuk Begalung |
161.641.800 |
✅ Sudah
disetor |
|
6 |
Belanja Hibah
— 3 SKPD |
2.204.104.000 |
Sebagian
ditagih |
|
7 |
Pin Emas DPRD
— Salah Klasifikasi Aset |
295.425.000 |
Catat sebagai
aset tetap |
|
8 |
Perlengkapan
Peserta Didik — Pemahalan & Denda |
440.406.666 |
Tarik Rp437
Juta + denda Rp3,1 Juta |
|
9 |
Insentif Guru
TPA/TPQ-MDT — Salah Klasifikasi Akun |
6.077.300.000 |
Koreksi akun
anggaran |
|
10 |
Pengelolaan
Kas — LS ke Bendahara & Rekening Pribadi |
142.279.411.198 |
Hentikan
segera, perbaiki prosedur |
|
TOTAL NILAI
TERKAIT |
Rp160.260.741.000 |
||
|
TOTAL HARUS
DIKEMBALIKAN/DITAGIH |
Rp5.641.891.200 |
Editor Angcelherman
