Pemerintahan Prabowo Secara Sistematis Melakukan Pembohongan Publik Soal Klaim Pemulihan Bencana Aceh Hampir Selesai 100%

LPKAPNEWS.COM - Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana mengeluarkan satu pernyataan bahwa klaim Presiden Prabowo mengenai pemulihan pascabencana di Aceh hampir 100 persen adalah upaya sistemis membohongi publik dan mempertegas ketidakmampuan pemerintah dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.

Siaran pers tertanggal 23 Maret 2026 tersebut dirilis bersama oleh Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), LBH Banda Aceh, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI), International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies, dan KontraS Aceh.
Disebutkan, upaya sistemis pembohongan publik oleh pemerintahan Prabowo sudah dilakukan sejak dua pekan pertama pascabanjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Mulai dari klaim Indonesia mampu tangani bencana Sumatra hingga yang terbaru Prabowo klaim pemulihan di Aceh hampir 100 persen dan warga tidak lagi di tenda pengungsian.
Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana menilai, klaim Prabowo bukan persoalan teknis akibat tidak mendapatkan informasi yang utuh. Namun klaim itu adalah upaya Prabowo membohongi publik untuk menutupi klaim-klaim “kesuksesan” rezimnya dalam penanganan bencana ekologis Sumatra yang kadung tersebar luas.
“Pola itu akan terus terjadi ke depan meskipun realitasnya selalu jauh dari kondisi yang dirasakan masyarakat di lapangan,” tandas pernyataan tersebut.
Juga disebutkan, struktur pemerintahan bergerak bersama-sama menyiapkan dan membuat narasi kepada publik bahwa kondisi di Aceh hampir pulih 100 persen.
Bahkan pada kunjungan Prabowo untuk shalat Idul Fitri di Aceh Tamiang, masyarakat dipaksa keluar dari tenda pengungsi dan pembongkaran tenda pengungsian hanya agar kondisi di Aceh Tamiang kelihatan pulih.
Upaya terstruktur pemerintahan Prabowo membohongi publik semakin memperjelas ketidakmampuan pemerintah dalam melakukan percepatan pemulihan pascabencana ekologis Sumatra di Aceh.
(Rdaksi)