LPKAPNEWS.COM, YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat
Muhammadiyah menerima baik kunjungan dari Konsulat Jenderal Tiongkok di
Surabaya, Mr. Ye Su, dalam rangka membahas peluang kerja sama berbagai bidang
strategis (pendidikan, riset, kesehatan, teknologi, hingga ekonomi). Pertemuan
ini merupakan satu tonggak penting bagi Muhammadiyah untuk menjalin kerjasama
mendalam dengan negeri tirai bambu itu.
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, menyampaikan
apresiasi atas kunjungan yang dilakukan Konsulat Jenderal Tiongkok yang
dipimpin oleh Mr. Ye Su. Menurutnya, pertemuan ini sejalan dengan agenda
internasionalisasi Muhammadiyah.
“Kami sangat senang dapat menyambut kedatangan Konsulat
Jenderal Tiongkok di Surabaya, Mr. Ye Su. PP Muhammadiyah dalam prinsipnya
telah menjalin kerja sama dengan semua negara dan pertemuan ini merupakan
bagian dari upaya internasionalisasi gerakan Muhammadiyah,” ujar Sayuti dalam
pertemuan yang diadakan di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta pada
Jumat (9/11).
Selanjutnya Sayuti menegaskan bahwa posisi dan peran
Tiongkok di lingkup global sangatlah strategis, sehingga membuka banyak peluang
kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Peran Tiongkok untuk dunia sangat strategis, oleh karena
itu, kami ingin memperluas aspek kerja sama melalui berbagai skema seperti:
Business to Business (B2B), University to University, dan Hospital to Hospital.
Ini penting mengingat kemajuan di berbagai bidang yang dimiliki oleh Tiongkok
dan kami berharap dapat memperluas kerjasama baru lebih jauh lagi,” katanya.
Merespons hal itu, Konsulat Jenderal Tiongkok di
Surabaya, Mr. Ye Su, menegaskan eratnya hubungan antara Tiongkok dan Indonesia.
Ia juga menyebut bahwa peran Muhammadiyah untuk Indonesia
begitu besar dan pihaknya telah mendatangi langsung Pimpinan Wilayah Jawa Timur
untuk belajar lebih mengenai Muhammadiyah dan peluang kerja sama yang dapat
dilakukan.
“Hubungan antara Tiongkok dan Indonesia ini sangatlah
erat. Selain itu kami juga telah bertemu dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
(PWM) Jawa Timur dan mengetahui kemajuan dan kiprah Muhammadiyah untuk
Indonesia,” ungkap Ye Su.
Ia menambahkan, melalui proyeksi strategisnya, Pemerintah
Tiongkok telah menetapkan rencana pembangunan untuk 5 tahun kedepan yang
tentunya akan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra internasional.
“Pemerintah Tiongkok melalui sidang yang diadakan di
Beijing telah mencanangkan proyeksi pembangunan untuk 5 tahun kedepan dan kami
berharap kami dapat menjalin komunikasi baik dengan berbagai pihak untuk proyek
kerjasama khususnya dengan Muhammadiyah,” tambahnya.
Melalui diskusi yang berlangsung secara konstruktif
tersebut, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus menjajaki dan
mengembangkan kerja sama internasional dengan berbagai negara. Peluang
strategis yang terbuka diyakini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas
mutu dan peran Muhammadiyah, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi
kemajuan bangsa.
Sumber, Muhammadiyah or id
